Lewat Doa Bersama, Warga Parungpanjang Dukung Revitalisasi Jalan Provinsi

 

RASIOO.id – Berbagai elemen masyarakat bersama Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) KNPI Parungpanjang menggelar salat berjamaah dan doa bersama sebagai bentuk dukungan terhadap program revitalisasi jalan provinsi yang menghubungkan wilayah Parungpanjang, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini menjadi simbol “ikhtiar langit” untuk mempercepat perbaikan infrastruktur yang telah lama rusak akibat aktivitas truk tambang.

Acara yang berlangsung di Masjid Al-Makmur, Jalan Raya Dago, Desa Kabasiran, Minggu, 4 Mei 2025, terselenggara berkat kolaborasi antara KNPI dan Pemerintah Kecamatan Parungpanjang.

Ketua DPK KNPI Parungpanjang, Aya Susi Damayanti, mengatakan kegiatan ini adalah bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung langkah pemerintah, sekaligus mengajak seluruh elemen untuk bersatu dalam doa agar revitalisasi jalan berjalan lancar.

“Kami menyebut ini sebagai ikhtiar langit. Setelah berjuang lewat jalur-jalur administratif dan aspiratif, kini saatnya mengetuk pintu langit agar pembangunan jalan ini dipermudah dan diberkahi,” ujar Aya.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Tarik Rp70 Miliar dari BUMD untuk Jalan Provinsi di Parungpanjang

Ia menekankan bahwa revitalisasi jalan provinsi sangat penting bagi aktivitas sehari-hari warga dan keselamatan pengguna jalan, terutama karena jalan tersebut menjadi jalur utama kendaraan berat.

Sementara itu, Ketua MWCNU Parungpanjang, Ustaz Ahmad Suaidi, turut memberikan apresiasi terhadap rencana pemerintah, meskipun masyarakat masih berharap pada pembangunan jalan khusus tambang.

“Kalau bicara ideal, masyarakat tentu ingin jalan tambang segera dibangun. Tapi kalau sekarang yang memungkinkan baru revitalisasi jalan provinsi, ya itu pun harus disambut dengan baik,” kata Ustaz Didi, sapaan akrabnya.

Ia menambahkan bahwa NU memiliki prinsip bijak dalam menyikapi pilihan-pilihan kebijakan. “Dalam tradisi kami, ada kaidah: kalau dua kebaikan tidak bisa dicapai sekaligus, maka ambillah yang paling mungkin, jangan sampai dua-duanya ditinggalkan,” tegasnya.

 

 

 

Simak rasioo.id di Google News

Komentar