RASIOO.id – Jalan Tol Jagorawi tak sekadar jalur bebas hambatan yang menghubungkan Jakarta, Bogor, dan Ciawi. Ia adalah tonggak sejarah, saksi bisu dimulainya era baru infrastruktur modern di Indonesia. Dibuka secara resmi pada 9 Maret 1978 oleh Presiden Soeharto, Jagorawi merupakan jalan tol pertama di Tanah Air.
Nama “Jagorawi” sendiri adalah singkatan dari tiga kota yang dilaluinya: Jakarta, Bogor, dan Ciawi. Panjangnya mencapai 59 kilometer, membentang dari KM 0 di Cawang hingga Ciawi di kaki Gunung Salak. Di zamannya, proyek ini menjadi simbol kemajuan dan cita-cita pembangunan nasional yang terinspirasi dari sistem jalan tol di Eropa dan Amerika.
Baca Juga: Tak Pakai APBN, Pembangunan Tol Bogor – Serpong Dikejarkan Patungan 4 Perusahaan
Tol Jagorawi dibangun dengan semangat gotong royong. Meski digagas oleh pemerintah, sebagian dananya berasal dari pinjaman luar negeri, sementara pembebasan lahannya dilakukan secara bertahap. Proyek ini dikerjakan oleh PT Jasa Marga yang dibentuk pada tahun 1978, bersamaan dengan pengoperasian tol tersebut.
Jagorawi menjadi model awal pembangunan jalan tol di Indonesia. Ia jadi laboratorium pertama tentang bagaimana kita membangun, mengelola, dan mengoperasikan jalan tol secara mandiri.
Di balik megahnya proyek itu, Jalan Tol Jagorawi juga menyimpan cerita tentang perubahan gaya hidup masyarakat. Kehadirannya mempercepat waktu tempuh Jakarta-Bogor yang sebelumnya bisa memakan waktu dua hingga tiga jam menjadi hanya sekitar satu jam. Kawasan Puncak pun semakin populer sebagai destinasi akhir pekan warga ibu kota.
Namun, seiring waktu, tantangan pun muncul. Volume kendaraan yang terus meningkat menyebabkan kemacetan, terutama di gerbang tol dan titik pertemuan dengan jalur lain. Jalan tol ini akhirnya mengalami beberapa kali pelebaran dan modernisasi sistem pembayaran, termasuk penerapan e-toll dan integrasi dengan sistem jalan tol lainnya.
Kini, lebih dari empat dekade sejak diresmikan, Jagorawi tetap menjadi urat nadi transportasi Jabodetabek. Ia telah melahirkan generasi-generasi jalan tol lain di berbagai penjuru Indonesia—dari Trans-Jawa hingga Trans-Sumatera—namun tak satu pun bisa lepas dari warisan sang perintis: Tol Jagorawi.
Baca Juga: Meski Anggaran Diperketat, Proyek Tol Bogor-Serpong Tetap Jalan dengan Investasi Rp 8,9 Triliun
Simak rasioo.id di Google News















Komentar