RASIOO.id – Kecelakaan maut kembali terjadi di wilayah Rumpin, Kabupaten Bogor. Dua pengendara sepeda motor yang masih berstatus pelajar SD dilaporkan tewas usai menabrak truk tambang yang tengah mogok di Jalan Raya Prada Samlawi, tepatnya di depan kantor Kecamatan Rumpin, Sabtu malam, 14 Juni 2025, sekitar pukul 21.00 WIB.
Peristiwa tragis ini melibatkan sebuah sepeda motor yang dikendarai tiga anak—dua di antaranya meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu lainnya dalam kondisi kritis dan dilarikan ke RSUD Bogor.
Menurut keterangan seorang warga bernama Encop (43), kecelakaan terjadi ketika sepeda motor menabrak bagian belakang truk colt diesel yang sedang mogok di pinggir jalan.
“Truk sedang mengalami kerusakan dan sopirnya sedang berada di bawah kolong kendaraan untuk memperbaiki. Tiba-tiba motor menabrak dari belakang,” ujar Encop.
Tokoh pemuda Desa Rumpin, Wildan, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia menyebut para korban adalah anak-anak yang seharusnya tidak berada di jalan raya pada malam hari, apalagi di jalur rawan truk tambang.
“Korban meninggal bernama Hasan dan Dian, keduanya masih duduk di kelas 6 SD. Sementara satu korban lainnya, Zidan, yang masih bersekolah di tingkat SMP, kini dalam kondisi kritis,” kata Wildan.
Wildan juga menyoroti buruknya kondisi penerangan jalan di kawasan tersebut. Ia menilai minimnya lampu penerangan jalan umum (PJU) serta longgarnya pengawasan jam operasional truk tambang menjadi faktor utama kecelakaan.
“Kami mendesak pihak berwenang segera mengevaluasi jam operasional truk tambang di kawasan ini, serta memperbaiki penerangan jalan umum. Jangan sampai nyawa anak-anak kembali jadi korban,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian dari Polsek Rumpin belum dapat dikonfirmasi terkait kronologi lengkap serta langkah penanganan pasca-kejadian.
Simak rasioo.id di Google News













Komentar