Gus Dul Sebut Pembentukan Ditjen Pesantren Kado Terbaik Hari Santri Nasional Tahun ini

RASIOO.id – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor, KH Abdul Somad atau yang akrab disapa Gus Dul, menyambut hangat rencana Presiden Prabowo Subianto membentuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di lingkungan Kementerian Agama RI.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan hadiah terbaik bagi dunia pesantren dan kaum santri di seluruh Indonesia—terutama bagi Kabupaten Bogor, yang dikenal sebagai salah satu daerah dengan jumlah pesantren terbanyak di Jawa Barat.

“Restu dan kebijakan Presiden Prabowo tentang pembentukan Ditjen Pesantren merupakan hadiah terbaik bagi kita semua, kaum santri dan keluarga besar pesantren di Indonesia,” ujar Gus Dul di Bogor, Jumat, 24 Oktober 2024.

Baca Juga: Santri yang Merunduk di Tengah Bonus Demografi

Gus Dul menilai, langkah ini merupakan bentuk nyata pengakuan negara terhadap peran besar pesantren dalam membangun bangsa—tidak hanya di bidang pendidikan agama, tetapi juga dalam memperkuat moral, karakter, dan kemandirian ekonomi masyarakat.

“Bagi kami, kebijakan ini adalah wujud perhatian Presiden terhadap sumbangsih pesantren dalam membangun moral, peradaban Islam, dan kemandirian Indonesia,” lanjutnya.

 

Ia menyebut, pesantren selama ini menjadi benteng nilai dan pusat peradaban Islam di Indonesia. Keberadaan Ditjen Pesantren nantinya diharapkan memperkuat posisi strategis lembaga ini dalam sistem pendidikan nasional sekaligus memperluas kontribusinya di bidang sosial dan ekonomi.

“Pesantren kini diakui bukan sekadar lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat pemberdayaan sosial, ekonomi, dan kemandirian umat,” tutur Gus Dul.

 

Lebih jauh, ia menegaskan, pembentukan Ditjen Pesantren akan menjadi babak baru sejarah kebijakan nasional yang menempatkan pesantren sejajar dengan lembaga pendidikan lain dalam struktur negara.

Gus Dul juga berharap, DPR RI dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia mendukung penuh pembentukan Ditjen Pesantren agar implementasinya berjalan efektif dan memberi manfaat luas.

“Kami optimistis keberadaan Ditjen Pesantren akan memperkuat peran santri dalam membangun masyarakat yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing. Santri harus jadi motor kemajuan bangsa di tengah tantangan zaman,” pungkasnya.

 

Simak rasioo.id di Google News

Komentar