RASIOO.id – Polres Metro Tangerang Kota resmi memaparkan capaian kinerja sepanjang tahun 2025 dalam kegiatan Rilis Akhir Tahun yang digelar di Mako Polres pada Rabu, 31 Desember 2025.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari, mengungkapkan bahwa meski tantangan kriminalitas meningkat secara kuantitas, performa penyelesaian perkara (crime clearance) menunjukkan tren positif.
Menurutnya, jumlah tindak pidana (crime total) di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota mengalami kenaikan dari 4.270 kasus pada tahun 2024 menjadi 4.425 kasus di tahun 2025.
“Tahun ini kami mencatat kenaikan Crime Clearance sebesar 12,5 persen. Dari 3.416 kasus yang selesai di tahun sebelumnya, meningkat menjadi 3.846 kasus yang berhasil kami tuntaskan sepanjang 2025,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam laporan tahun ini adalah agresivitas Polri dalam memberantas peredaran obat-obatan terlarang Daftar G, seperti Tramadol dan Eksimer. Tercatat, intensitas penindakan meningkat hingga 50 persen dengan total 192 kasus.
Lonjakan paling drastis terlihat pada penyitaan barang bukti yang mencapai 103.000 butir, jauh melampaui angka tahun lalu sebanyak 37.000 butir.
“Ini adalah komitmen kami untuk memutus rantai peredaran obat terlarang. Kami mengidentifikasi bahwa penyalahgunaan obat-obatan ini sering kali menjadi pemicu utama aksi tawuran dan kejahatan jalanan di kalangan remaja,” jelasnya.
Selain kasus narkoba, Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota juga menyoroti keberhasilan pengungkapan beberapa kasus menonjol.
“Terdapat kasus pembunuhan berencana di Ciledug yang terungkap dalam waktu kurang dari 24 jam, lalu sindikat curanmor lintas Provinsi dengan penyitaan puluhan unit kendaraan, penindakan geng motor bersenjata tajam yang kerap meresahkan warga,” katanya.
Ia menambahkan, pada sektor Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas), Kota Tangerang mencatat perbaikan kesadaran masyarakat. Angka pelanggaran lalu lintas turun 11 persen, diikuti dengan penurunan jumlah kecelakaan dari 612 menjadi 545 kejadian.
“Kabar baiknya, angka fatalitas atau korban jiwa akibat kecelakaan berhasil ditekan dari 54 jiwa menjadi 41 jiwa. Kapolres menilai capaian ini merupakan buah dari optimalisasi teknologi ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) baik statis maupun mobile, serta edukasi publik yang masif,” pungkasnya.
Simak rasioo.id di Google News















Komentar