RASIOO.id – Penantian panjang masih dirasakan keluarga korban insiden maut di kawasan tambang PT Aneka Tambang (Antam), Kabupaten Bogor.
Dari enam korban meninggal dunia dalam rombongan penambang, empat jenazah hingga kini belum berhasil dievakuasi dari dalam lubang tambang.
Salah satu korban yang belum ditemukan adalah Isep, warga Kampung Urug, Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Ayah korban, Anda, mengungkapkan anaknya berangkat ke lokasi tambang bersama rombongan berjumlah 11 orang.
“Yang berangkat 11 orang, yang selamat lima orang,” ujar Anda.
Ia menjelaskan, dari enam korban meninggal dunia, dua jenazah telah lebih dulu ditemukan dan dievakuasi, yakni Edi dan Jaka. Sementara empat korban lainnya masih berada di dalam lubang tambang.
“Yang belum dievakuasi itu anak saya, Isep, terus Aji, Akim, sama Adam,” katanya.
Anda mengaku tidak memiliki firasat khusus sebelum anaknya berangkat bekerja. Namun, ia sempat merasakan keganjilan sehari sebelum insiden terjadi.
“Waktu berangkat tidak ada firasat. Cuma siangnya sebelum kejadian saya lihat fotonya, biasanya kan enggak. Mungkin ada apa gitu, tapi kita enggak tahu,” ujarnya lirih.
Kini, harapan keluarga hanya satu, yakni agar Isep segera ditemukan dan dibawa pulang, dalam kondisi apa pun.
“Keinginan saya, mau hidup mau mati, pengen segera dibawa ke sini. Saat ini saya masih nunggu,” ucapnya.
Ia menyebutkan, berdasarkan informasi terakhir yang diterimanya, proses evakuasi masih terus diupayakan oleh tim terkait.
“Katanya sih lagi diusahain, lagi dievakuasi,” katanya.
Lebih jauh, Anda mengungkapkan bahwa Isep merupakan tulang punggung keluarga. Kondisi kesehatan sang ayah yang sedang sakit membuat kebutuhan keluarga sepenuhnya bergantung pada korban.
Tak hanya itu, Isep juga diketahui memiliki rencana menikah dalam waktu dekat. Ia sempat menyampaikan keinginannya untuk menikahi sang kekasih setelah Lebaran.
“Ngomongnya pengen nikah, sama pacarnya pengen nikah habis Lebaran,” tuturnya.
Hingga saat ini, keluarga korban masih menunggu kepastian hasil pencarian dan evakuasi. Insiden maut di kawasan tambang PT Antam tersebut pun terus menyisakan duka mendalam dan tanda tanya, terutama terkait aspek keselamatan para penambang.
Berdasarkan data sementara, jumlah korban meninggal dunia akibat insiden di PT Antam mencapai delapan orang, terdiri dari enam warga Desa Bangun Jaya, Kecamatan Cigudeg, dan dua warga Desa Urug, Kecamatan Sukajaya. Sementara itu, empat orang lainnya yang merupakan warga Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, hingga kini masih dalam proses pencarian.











Komentar