RASIOO.id – Perayaan dua tahun Komunitas Bogor Book Party (BBP) di Perpustakaan Kota Bogor, Minggu, 25 Januari 2026, menjadi momentum untuk memperkuat literasi di tengah tantangan rendahnya budaya membaca. Acara ini dihadiri Bunda Literasi Kota Bogor, Yanti Rahim, yang menekankan perluasan gerakan membaca dari komunitas ke masyarakat luas.
Dalam sambutannya, Yanti mengapresiasi kontribusi BBP selama dua tahun terakhir sebagai ruang alternatif literasi. Ia menilai peran komunitas seperti BBP penting untuk menumbuhkan kebiasaan membaca, terlebih di tengah perubahan pola baca di era digital.
Namun, perhatian terhadap kegiatan literasi tetap diperlukan karena data menunjukkan bahwa Indeks Literasi Masyarakat Kota Bogor pada 2023 tercatat 52 poin, tergolong rendah bila dibandingkan dengan wilayah lain di Jawa Barat. Indeks ini mencerminkan tantangan dalam minat baca masyarakat dan akses terhadap sumber bacaan yang memadai.
Meski begitu, capaian lain menunjukkan tren positif minat baca di wilayah ini. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional, Kota Bogor mencatat tingkat kegemaran membaca tertinggi se-Jawa Barat dengan skor 91,79 pada 2024, di mana warga membaca rata-rata sekitar enam buku per tahun dengan frekuensi 5–6 kali per minggu.
“Literasi harus masuk ke masyarakat, jangan hanya jadi aktivitas internal komunitas. Ajak warga di wilayah masing-masing untuk terlibat,” ujar Yanti dalam sambutannya, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara komunitas dan masyarakat.
Yanti juga mengingatkan adanya program pemerintah terkait, seperti Gerakan Gemar Membaca, yang tengah digalakkan di tingkat lokal dengan melibatkan kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Program ini bertujuan meningkatkan kecintaan membaca sejak dini dan memperluas jejaring literasi di masyarakat.
Acara anniversary BBP dibuka dengan penampilan tarian tradisional dari Papua dan diisi oleh berbagai penampilan kreatif anggota BBP, mencerminkan keberagaman ekspresi budaya yang diusung komunitas.
Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan literasi dapat dibangun melalui wadah kreatif yang menarik dan inklusif.
Dalam dua tahun perjalanannya, Bogor Book Party telah menjadi ruang temu pegiat literasi, pembaca, dan masyarakat umum. Ke depan, komunitas ini diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam membangun ekosistem literasi yang lebih luas, berkelanjutan, dan menyentuh akar komunitas.
Simak rasioo.id di Google News















Komentar