RASIOO.id – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Rumpin menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 versi Masehi pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk pengajian umum dan pembacaan Kitab Risalah Ahlussunnah wal Jama’ah.
Acara berlangsung di Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyiin, Kampung Leuwiranji, Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para santri, warga Nahdliyin, serta para ulama dan kiai NU yang tergabung dalam kepengurusan MWCNU Rumpin.
Pembacaan kitab dipimpin oleh Mustasyar MWCNU Rumpin, KH Ahmad Ibnu Athoillah.
Sementara itu, Ketua MWCNU Kecamatan Rumpin, Kiai Abdulloh, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Harlah NU ke-100 Masehi yang dilaksanakan secara terbuka untuk masyarakat.
“Peringatan Harlah NU ke-100 Masehi ini kita isi dengan pengajian umum dan pembacaan Kitab Risalah Ahlussunnah wal Jama’ah, yang dibacakan langsung oleh Mustasyar MWCNU KH Ahmad Ibnu Athoillah,” ujar Kiai Abdulloh.
Ia menjelaskan, jamaah yang hadir berasal dari seluruh desa di Kecamatan Rumpin, serta jamaah dari wilayah Kecamatan Cisauk, termasuk perwakilan jamaah masjid-masjid di sekitarnya.
Menurutnya, pelaksanaan Harlah NU di wilayah Kecamatan Rumpin dilakukan secara bergiliran di setiap desa. MWCNU Rumpin sendiri membawahi 14 desa.
“Pelaksanaan Harlah NU ini bergiliran. Sebelumnya, termasuk saat Hari Santri, kegiatan kita laksanakan di Desa Gobang dan Sukasari. Untuk peringatan Harlah NU versi Masehi tahun ini, dilaksanakan di Desa Sukamulya,” jelasnya.
Harlah NU tersebut juga dihadiri Kepala Desa Sukamulya, Ikhwal Nur Aripin. Ia menyampaikan apresiasi dan menyambut baik pelaksanaan kegiatan keagamaan tersebut di wilayahnya.
“Peran NU bagi bangsa dan negara sangat besar, kontribusi perjuangannya tidak bisa dipisahkan dari sejarah Indonesia,” kata Ikhwal.
Ia juga menekankan pentingnya peran ranting NU dalam kegiatan kemasyarakatan di Desa Sukamulya, khususnya dalam pembinaan keagamaan melalui kegiatan pengajian.
“Saya berharap kegiatan ini membawa kebaikan bagi kita semua. Aktifnya NU sebagai organisasi keagamaan terbesar, mudah-mudahan kita terus bersama-sama melaksanakan kegiatan keagamaan di Sukamulya,” pungkasnya.















Komentar