RASIOO.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) berencana menjalin kerja sama dengan Perhutani guna menata destinasi wisata alam yang berada di kawasan hutan produksi, khususnya di wilayah Bogor Barat.
Kepala Disparekraf Kabupaten Bogor, Ria Marlisa, mengatakan bahwa sebagian besar destinasi wisata air terjun atau curug di Kabupaten Bogor berada di bawah pengelolaan Perhutani. Karena itu, diperlukan sinergi lintas lembaga untuk memastikan pengelolaan yang tertib dan memberikan kenyamanan bagi wisatawan.
“Curug itu kurang lebih berada di kawasan Perhutani. Kami akan bersilaturahmi dan berkoordinasi untuk kegiatan tersebut, karena lahannya milik Perhutani,” ujar Ria, Rabu 11 Februari 2026.
Ria mengungkapkan, sejumlah wisatawan kerap mengeluhkan maraknya pungutan liar (pungli) di beberapa destinasi wisata alam. Pungutan tersebut umumnya dilakukan oleh oknum warga sekitar dengan tarif yang tidak memiliki aturan resmi.
“Ini yang ingin kita kolaborasikan, bagaimana meningkatkan kunjungan ke curug tersebut. Karena memang banyak keluhan terkait pungli yang muncul di lokasi wisata. Sebenarnya dilakukan oleh warga sekitar, maka kita ingin rangkul dan libatkan mereka secara resmi,” jelasnya.
Menurutnya, praktik pungli yang tidak terkontrol dan tanpa regulasi dapat merusak citra pariwisata Kabupaten Bogor. Oleh karena itu, Pemkab Bogor ingin menghadirkan sistem yang lebih tertata, transparan, serta memberikan kepastian bagi pengunjung.
Selain menekan praktik pungli, kerja sama dengan Perhutani juga diharapkan dapat memperjelas peran pemerintah daerah dalam pengelolaan destinasi wisata di kawasan hutan, sekaligus membuka peluang pemberdayaan masyarakat setempat secara legal dan terstruktur.
“Kami ingin berdiskusi dulu dengan Perhutani. Targetnya tentu menghilangkan pungli yang tidak memiliki aturan, dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat. Kita harus cari bentuk kerja samanya. Insyaallah tahun ini akan kami realisasikan,” pungkas Ria.















Komentar