Tak Ingin Ganggu Lonjakan Wisata Lebaran, Bupati Bogor Rudy Susmanto Genjot Proyek Jalan Puncak Usai Idul Fitri

RASIOO.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mulai bergerak mengurai kemacetan di kawasan Puncak melalui pembangunan dan pelebaran sejumlah ruas jalan strategis. Namun, pengerjaan lanjutan proyek tersebut dipastikan baru akan dikebut setelah libur Hari Raya Idul Fitri guna menjaga aktivitas pariwisata tetap optimal.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengatakan salah satu fokus penanganan berada di jalur Pasir Muncang, Ciawi. Sejak akhir tahun lalu, proses pelebaran jalan sudah mulai berjalan dan kini memasuki tahap pengerjaan fisik.

“Jalan dari mulai Pasir Muncang ke kanan sejak akhir tahun kemarin sudah kita mulai. Sekarang masuk tahap pengerjaan pelebaran,” ujar Rudy, Senin 16 Februari 2026.

Menariknya, proses pembebasan lahan di sejumlah titik tidak sepenuhnya membebani APBD. Rudy mengungkapkan adanya dukungan dari pelaku usaha yang secara sukarela menghibahkan sebagian lahannya untuk kepentingan pelebaran jalan.

“Alhamdulillah beberapa lahan tidak perlu kami beli. Masyarakat dunia usaha menyerahkan hibah tanahnya. Di depan Indomaret Pasir Muncang dan Kopi Kenangan, kita sudah berkomunikasi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat permasalahan lahannya selesai,” jelasnya.

Selain Pasir Muncang, Pemkab Bogor juga menyiapkan jalur alternatif baru di kawasan Pasir Angin sebagai solusi tambahan untuk memecah kepadatan kendaraan menuju Puncak. Jalur yang turun dari Gunung Gelis tersebut kini sebagian sudah dirapikan dan di-hotmix.

“Yang Pasir Angin, turun dari Gunung Gelis, pangkalan ojek, beberapa warung, kemarin sudah tuntas dikerjakan. Jalannya juga sudah di-hotmix. Tinggal kita komunikasikan soal simpang masjid, ada simpang tiga di sana,” tambahnya.

Meski progres pembangunan berjalan, Rudy menegaskan sisa pengerjaan akan dilanjutkan setelah momen Lebaran. Keputusan ini diambil agar aktivitas ekonomi dan kunjungan wisata ke Puncak tidak terganggu saat puncak arus liburan.

“Kenapa setelah Lebaran? Karena kita tidak ingin mengganggu ekonomi daerah wisata. Saat jelang dan Hari Raya Idul Fitri, banyak wisatawan datang. Kita tidak ingin pelaku usaha terganggu,” tegasnya.

Langkah ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka menengah untuk mengurangi kemacetan kronis di kawasan Puncak, sekaligus tetap menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan keberlangsungan sektor pariwisata Kabupaten Bogor.

Komentar