RASIOO.id – Semangat Kuda Api membakar antusiasme warga dalam perayaan Tahun Baru Imlek 2026 yang digelar meriah di Tangcity Mall, Sabtu malam 21 Februari 2026. Festival bertajuk Radiance of the Fire Horse: A Festival of Culture, Joy, and Blessings ini terbuka untuk umum dan menjadi ruang pertemuan budaya, kebersamaan, serta harapan baru di tahun yang baru.
Wakil Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Banten, Hendro Sutopo, menegaskan bahwa Imlek bukan sekadar pergantian kalender lunar. Menurutnya, Imlek adalah momentum refleksi dan penguatan harmoni dalam keberagaman Indonesia.
“Imlek bukan sekadar tahun baru lunar, tetapi momentum refleksi, kebersamaan, dan membangun harapan baru,” ujar Hendro.
Ia menjelaskan, Tahun Kuda Api sejalan dengan Tema Imlek Nasional 2026, Harmoni Imlek Nusantara. Tema tersebut mencerminkan semangat persatuan, inklusivitas, serta keselarasan antara tradisi dan modernitas di tengah masyarakat yang majemuk.
“Tema ini menekankan persatuan dalam keberagaman dan semangat Kuda Api untuk membawa perubahan positif,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Cide Kode Benteng, Michael Riano, menyebut perayaan tahun ini dikemas sederhana namun sarat nilai budaya dan edukasi. Salah satu penampilan utama adalah drama musikal bertajuk “Cahaya di Ujung Tahun” yang dipersiapkan selama satu hingga dua bulan.
Menurutnya, drama tersebut menjadi media untuk mengenalkan asal-usul dan makna Imlek kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.
“Perayaan ini sederhana tapi bermakna. Kami ingin menjelaskan asal-usul Imlek lewat drama yang sudah dipersiapkan cukup lama,” ujarnya.
Tema Kuda Api, lanjut Michael, dipilih sebagai simbol energi, keberanian, dan pembaruan. Ia berharap semangat tersebut dapat menginspirasi generasi muda agar terus menjaga dan melestarikan budaya leluhur.
“Kami mengangkat semangat Kuda Api sebagai simbol energi dan harapan baru agar generasi muda terus melestarikan budaya,” katanya.
Keterlibatan Koko Gede (Kode) Thomas Christiansen dan Cici Gede (Cide) Jessica Yulistin semakin memperkuat nuansa kolaboratif dalam festival ini. Thomas menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya perayaan tahunan, tetapi juga ajang promosi budaya Kota Tangerang.
“Selain merayakan Imlek, kami juga mempromosikan budaya Kota Tangerang yang merupakan warisan leluhur dan harus dijaga bersama,” ucap Thomas.
Jessica menambahkan, seluruh rangkaian acara mulai dari konsep, drama, tarian, hingga nyanyian disusun melalui kolaborasi bersama PSMTI Provinsi Banten, dengan harapan semakin banyak generasi muda yang terlibat aktif dalam pelestarian budaya.
“Kami menyiapkan drama, tarian, dan nyanyian bersama PSMTI, dengan harapan makin banyak generasi muda ikut melestarikan budaya,” tutup Jessica.
Perayaan Imlek 2026 di Tangcity Mall pun menjadi bukti bahwa harmoni dalam keberagaman bukan sekadar slogan, melainkan semangat yang terus hidup dan dirawat bersama di tengah masyarakat.






Komentar