Dedie A Rachim Dukung Megaproyek di RS Marzuki Mahdi, Ada Lab Genomik hingga RS Pendidikan Milik IPB

RASIOO.ID – Wali Kota Bogor Dedie A Rachim lakukan pemantauan proyek pembangunan gedung Genebank Indonesia di Rumah Sakit (RS) Marzuki Mahdi pada Senin, 23 Februari 2026.

‎Genebank merupakan proyek strategis nasional pembangunan Genebank dari Balai Besar Binomika (BB Binomika) yang akan selesai di awal tahun depan.

‎”BB Binomika dan kemudian juga Genebank adalah proyeknya dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, di samping itu membangun Genebank di tahun ini dan akan selesai di awal 2027,” kata Dedie kepada rasioo.id, Senin 23 Februari 2026.

‎Ia pun menjelaskan, setelah pembangunan Genebank akan dilanjutkan dengan pembangunan rumah sakit pendidikan Institut Pertanian Bogor (IPB).

‎”Jadi satu kompleks Rumah Sakit Marzuki Mahdi ini akan menjadi pusat kesehatan jiwa nasional, termasuk juga Rumah Sakit Pendidikan IPB,” tuturnya.

‎‎Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan IPB akan di barengi dengan penataan pedestrian dan taman.

‎”Pemerintah kota Bogor juga akan melaksanakan penataan pedestrian dan taman sepanjang Jalan Dr. Semeru sampai dengan RSUD,” pungkas Dedie.

‎Ia menjelaskan penataan tersebut upaya untuk menata ulang, sehingga Genebank selesai RS IPB dan penataan pedestrian selesai.

Menurut Dedie, ‎Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Bogor sangat mendukung dengan tiga proyek tersebut.

‎”Kita terus berupaya untuk bersinergi, untuk saya akan berbagi persoalan. ‎Dan persoalan yang hari ini dirasakan masyarakat,” ujar Dedie.

Sementara itu, Kepala BB Binomika Indri Rooslaniati menjelaskan untuk pembangunan Genebank ini keseluruhan tanah sekitar 25 hektare.

‎”Jadi nanti akan ada 7 lantai, di mana di dalamnya itu akan ada untuk repository untuk spesimen dan juga beberapa laboratorium khususnya untuk genomics,” tukas Rooslaniati.

Di tempat yang sama, ‎Direktur Utama RS Marzuki Mahdi Nova Riyanti Yusuf menjelaskan, dalam studi menyebutkan untuk Indonesia masih limited terkait representasinya di global kurang dari satu persen.

‎”Karena itu dengan adanya peta genetik nanti dari masyarakat Indonesia, harapannya adalah kita bisa mendukung program pemerintah untuk memberikan pelayanan kedokteran presisi,” ujarnya.

‎Ia pun menjelaskan harapannya, sehingga nanti masyarakat itu bisa mendapatkan pengobatan yang memang lebih presisi mengurangi efek samping, dan dengan dosis yang tepat.

‎”Nanti ujung-ujungnya akan mengurangi pembiayaan dari pengobatan tersebut,” tutup Nova.

Komentar