RASIOO.id – Memasuki malam kedelapan Ramadan, umat Muslim kembali diingatkan akan besarnya keutamaan shalat Tarawih. Dalam sejumlah literatur keislaman, malam ke-8 disebut memiliki fadhilah istimewa, yakni Allah SWT menganugerahkan pahala dan kemuliaan yang setara dengan anugerah yang diberikan kepada Nabi Ibrahim AS.
Keterangan mengenai keutamaan ini banyak dirujuk dari kitab Durratun Nashihin karya Utsman bin Hasan al-Khubawi.
Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa setiap malam di bulan Ramadan memiliki keistimewaan tersendiri bagi mereka yang menghidupkannya dengan ibadah, termasuk shalat Tarawih.
Malam ke-8 menjadi momentum penting untuk memperkuat istiqamah. Disebutkan, mereka yang menunaikan Tarawih pada malam ini dengan penuh keikhlasan akan memperoleh kemuliaan dan anugerah sebagaimana yang diterima Nabi Ibrahim AS — sosok nabi yang dikenal dengan keteguhan iman, ketaatan, dan pengorbanannya dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Para ulama kerap menyampaikan fadhilah ini sebagai bentuk motivasi spiritual agar umat Islam tidak kendor dalam beribadah setelah melewati pekan pertama Ramadan.
Sebab, menjaga konsistensi ibadah di pertengahan bulan seringkali menjadi tantangan tersendiri.
Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperbanyak amal ibadah malam hari. Shalat Tarawih menjadi salah satu amalan utama yang mendatangkan limpahan rahmat dan ampunan.
Dengan memahami keutamaan malam ke-8 ini, diharapkan umat Muslim semakin bersemangat menghidupkan malam Ramadan dengan shalat, doa, dan dzikir, demi meraih pahala berlipat dan kemuliaan di sisi Allah SWT.











Komentar