RASIOO.id – Personel Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bogor melakukan pendataan serta penanganan darurat di wilayah Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Sabtu sore, 4 April 2026.
Langkah tersebut dilakukan setelah permukiman warga di Kampung Rawajati terdampak banjir lintasan yang dipicu oleh cuaca ekstrem.
Peristiwa ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kota Bogor sejak siang hari. Kondisi drainase yang kurang optimal serta aliran air yang terbendung menuju kawasan Setu Cimanggis menyebabkan air meluap hingga masuk ke rumah warga.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, mengatakan hasil assessment di lapangan mencatat sebanyak 12 unit rumah terdampak banjir.
“Total terdampak 12 unit rumah yang dihuni oleh 17 kepala keluarga (KK). Ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter di wilayah Rawajati, Kelurahan Mekarwangi,” ujarnya, Sabtu, 4 April 2026.
Tim Pusdalops-PB BPBD Kota Bogor dari Regu 3 yang dipimpin Komandan Regu M. Fajar Solehudin langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan warga melalui media sosial pada pukul 15.45 WIB.
Proses assessment dan dokumentasi di lokasi dilakukan oleh empat personel, yakni Wahyu Septian, Sahrul Setiawan, Akhmad Syaiful Mutaqin, dan M Gery Alghifari.
“Saat ini kondisi di lokasi masih dalam pemantauan petugas,” bebernya.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi air dilaporkan mulai berangsur surut seiring meredanya hujan di wilayah Kota Bogor.
BPBD Kota Bogor menilai diperlukan koordinasi lintas wilayah antara Pemerintah Kota Bogor dengan pihak pengelola Setu Cimanggis di Kabupaten Bogor guna mencari solusi jangka panjang.
Hal ini penting dilakukan agar aliran air tidak kembali terbendung dan memicu banjir serupa di kemudian hari.















Komentar