Tragedi MBG di Tanjungsari: 100 Lebih Anak Diduga Keracunan, Dapur SPPG Disorot

RASIOO.id — Insiden mengejutkan terjadi di Kecamatan Tanjungsari, Selasa 8 April 2026. Ratusan warga, yang mayoritas merupakan anak-anak dan balita, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peristiwa ini terjadi di Desa Pasir Tanjung, dengan jumlah korban mencapai sekitar 106 hingga 107 orang berdasarkan data sementara. Puluhan di antaranya bahkan dilaporkan mengalami kondisi cukup serius seperti diare dan dehidrasi.

Gejala yang dialami korban bervariasi, mulai dari mual, muntah, hingga gangguan pencernaan. Sedikitnya 44 orang tercatat mengalami diare disertai dehidrasi dan harus segera mendapatkan penanganan medis.

Diduga, keracunan ini berasal dari menu MBG berupa mie ayam yang dibagikan melalui kegiatan Posyandu atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat. Tak lama setelah mengonsumsi makanan tersebut, para korban mulai merasakan gejala dan langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat, termasuk Puskesmas Tanjungsari.

Petugas medis bergerak cepat memberikan penanganan darurat guna mencegah kondisi korban semakin memburuk. Hingga kini, sebagian korban masih dalam observasi intensif.

Pihak kepolisian bersama tenaga kesehatan langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur SPPG di lokasi kejadian. Pemeriksaan difokuskan pada kebersihan dapur, bahan baku, hingga prosedur pengolahan makanan yang diduga menjadi sumber kontaminasi.

Sorotan juga mengarah pada operasional dapur MBG di wilayah tersebut. Dugaan sementara menyebutkan bahwa fasilitas dapur belum dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai. Kondisi ini membuat operasionalnya terancam dihentikan sementara hingga evaluasi menyeluruh selesai dilakukan.

Pihak SPPG sendiri telah menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab atas insiden ini. Sementara itu, proses investigasi terus berjalan dengan menelusuri rantai distribusi makanan serta standar higienitas yang diterapkan.

Kasus ini menambah daftar panjang insiden serupa di wilayah Bogor. Sebelumnya, kasus keracunan dalam program MBG juga sempat terjadi akibat kontaminasi bakteri seperti Salmonella dan E. coli, yang menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat dalam penyediaan makanan massal.

Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah tegas dan evaluatif agar program MBG—yang sejatinya bertujuan meningkatkan gizi masyarakat—tidak justru menimbulkan risiko kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak.

Komentar