RASIOO.id – Kabupaten Bogor mulai bersiap menghadapi ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino yang dijuluki “Godzilla”. Fenomena ini diperkirakan mulai berdampak pada pertengahan Mei 2026 dan berpotensi berlangsung hingga empat bulan ke depan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, mengatakan saat ini wilayah Bogor sedang berada dalam masa peralihan musim atau pancaroba, dari kondisi hidrometeorologi basah menuju kering.
Kondisi ini membuat pola cuaca menjadi tidak menentu. Siang hari terasa panas terik, sementara hujan dengan intensitas cukup tinggi masih terjadi pada malam hari.
“Sekarang masih masa pancaroba, dari basah ke kering. Jadi wajar kalau siang panas, malam hujan,” ujar Adam, Jumat 17 April 2026.
Ia menjelaskan, dampak El Nino diprediksi mulai masuk ke wilayah Kabupaten Bogor sekitar pertengahan Mei. Wilayah yang pertama kali merasakan kekeringan adalah bagian timur Bogor.
“Masuknya kemungkinan pertengahan Mei, dan awalnya akan terasa di Bogor Timur,” jelasnya.
Saat ini, fenomena kekeringan ekstrem tersebut masih terjadi di wilayah Indonesia bagian timur seperti Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Namun, pergerakannya diperkirakan akan meluas ke wilayah barat, termasuk Jawa Barat.
BPBD memperkirakan Kabupaten Bogor akan mengalami periode kekeringan selama kurang lebih empat bulan, dimulai dari Mei hingga akhir Agustus 2026. Puncak kondisi kering diprediksi terjadi pada Agustus.
“Kalau masuk pertengahan Mei, puncaknya nanti di Agustus,” tambahnya.
Dengan kondisi ini, masyarakat diimbau mulai mengantisipasi potensi kekurangan air bersih serta dampak lain seperti penurunan hasil pertanian dan meningkatnya risiko kebakaran lahan.
Pemerintah daerah juga mulai menyiapkan langkah mitigasi untuk mengurangi dampak kekeringan yang diperkirakan cukup signifikan tahun ini.




![Ilustrasi Kasus Pelecehan seksual terhadap mahasiswi [Ist]](/wp-content/uploads/2023/06/Screenshot_68-300x178.jpg)










Komentar