RASIOO.id – Rombongan calon jemaah haji asal Kota Bogor mulai diberangkatkan ke asrama haji pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Keberangkatan ini menjadi bagian dari gelombang pertama yang tergabung dalam Kloter 10.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor, Indra Karmawan, menyampaikan bahwa total jemaah yang diberangkatkan pada kloter pertama sebanyak 444 orang.
Jumlah tersebut berkurang dari rencana awal 445 orang karena satu calon jemaah wafat sebelum keberangkatan.
“Total seluruhnya 444, harusnya 445 karena ada yang wafat, ditambah dengan petugas sebanyak enam orang,” ujar Indra saat ditemui di Mesjid Raya Bogor.
Sementara itu, sebanyak 328 jemaah lainnya dijadwalkan berangkat pada kloter berikutnya, yakni Kloter 27 pada 19 Mei 2026. Dengan demikian, total jemaah haji asal Kota Bogor tahun ini mencapai 774 orang yang terbagi dalam dua kloter.
Indra juga mengungkapkan bahwa masa tunggu haji saat ini mencapai sekitar 26 tahun dan berlaku merata secara nasional. Sistem antrean kini tidak lagi berdasarkan jumlah pendaftar di masing-masing daerah, melainkan menggunakan nomor urut porsi secara nasional.
“Sekarang antrean sama se-Indonesia, sekitar 26 tahun,” jelasnya.
Terkait kuota, Kota Bogor sebenarnya mendapatkan alokasi 605 jemaah untuk tahun 2026. Namun, adanya jemaah yang tidak melunasi biaya haji membuat munculnya jemaah cadangan sebanyak 202 orang, menurun dibanding tahun sebelumnya.
“Harusnya kita 980, tapi sekarang berdasarkan nomor urut porsi se-Jawa Barat, bukan lagi dihitung per kabupaten/kota,” tambahnya.
Untuk jadwal keberangkatan, para jemaah akan diberangkatkan menuju embarkasi dan selanjutnya ke Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu pagi pukul 08.25 WIB.
Dari sisi biaya, Indra menyebutkan adanya penurunan biaya pelunasan haji tahun ini. Jika tahun lalu jemaah harus melunasi sebesar Rp32 juta, pada 2026 turun menjadi Rp31,5 juta per orang.
“Namun, biaya ini berbeda di setiap daerah karena dipengaruhi zonasi embarkasi,” pungkasnya.















Komentar