RASIOO.id – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim meninjau langsung kesiapan lokasi dan fasilitas di sejumlah titik di Kota Bogor menjelang pelaksanaan Kirab Milangkala Tatar Sunda, Kamis, 7 Mei 2026.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh persiapan berjalan optimal sebelum acara puncak yang akan digelar pada Jumat malam, 8 Mei 2026.
“Kita sedang memastikan semua check-list untuk acara besok pada Jumat, 8 Mei 2026, setelah Magrib sudah siap,” ujar Dedie.
Menurutnya, salah satu fokus utama dalam persiapan kirab adalah menjaga kebersihan jalur yang akan dilalui serta memastikan akses bagi Kereta Kencana tidak mengalami hambatan.
“Fokus utama kita adalah kebersihan jalur dan memastikan akses untuk Kereta Kencana tidak terhambat,” tambahnya.
Dedie menegaskan, kirab tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan prosesi sakral yang memiliki makna sejarah dan budaya bagi masyarakat Sunda.
“Ini bukan sekadar parade, tapi prosesi sakral penyerahan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake yang melambangkan ikatan persaudaraan warga Jawa Barat,” tuturnya.
Sejalan dengan rangkaian kirab tersebut, Pemerintah Kota Bogor juga tengah mengembangkan Museum Pajajaran sebagai sarana edukasi sejarah dan karakter budaya Sunda.
“Pembangunan Museum Pajajaran ini tujuannya sebagai wadah edukasi karakter. Kita ingin nilai-nilai Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh terpancar dari narasi sejarah yang kita tampilkan di sini,” jelasnya.
Ia menambahkan, museum tersebut bersifat dinamis dan terbuka untuk pengembangan ke depan. Selain menampilkan koleksi yang sudah ada, pihaknya juga membuka ruang bagi penelitian lanjutan serta partisipasi masyarakat maupun kerabat kerajaan yang ingin menitipkan benda bersejarah.
“Museum bersifat dinamis, saat ini sudah banyak yang terpasang, namun kami tetap membuka ruang melalui penelitian lanjutan dan juga kontribusi dari masyarakat atau kerabat kerajaan yang ingin menitipkan benda bersejarahnya,” katanya.
Menurut Dedie, museum tersebut juga memiliki keterkaitan historis dengan sejumlah museum lain di Jawa Barat.
Museum Pajajaran, kata dia, terintegrasi secara sejarah dengan Museum Sri Baduga serta museum-museum di Sumedang, Cirebon, dan Banten.
“Intinya, kami mengundang masyarakat untuk menyaksikan kirab besok dan nantinya mengunjungi museum ini untuk lebih mengenal jati diri kita sebagai orang Sunda,” pungkasnya.












Komentar