Haji 2026 Makin Ketat! Aturan Dam Diperbarui, Menu Nusantara Disiapkan untuk Jemaah Indonesia

RASIOO.id – Pelaksanaan ibadah Haji 2026 menghadirkan sejumlah kebijakan baru yang menjadi perhatian para calon jemaah asal Indonesia. Pemerintah Arab Saudi bersama Kementerian Agama RI mulai menerapkan berbagai aturan yang lebih ketat, mulai dari pembayaran dam hingga peningkatan pelayanan konsumsi bagi jemaah di Tanah Suci.

Salah satu kebijakan yang paling disorot adalah pengetatan aturan pembayaran dam atau denda bagi jemaah yang melaksanakan Haji Tamattu’ maupun Qiran.

Pemerintah mengimbau seluruh jemaah agar melakukan pembayaran dam melalui jalur resmi yang telah ditentukan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses penyembelihan hewan kurban berjalan sesuai syariat sekaligus lebih transparan dan tepat sasaran.

Pembayaran melalui lembaga resmi juga disebut memiliki manfaat sosial yang lebih luas. Sebagian distribusi daging kurban nantinya direncanakan dapat dimanfaatkan untuk program kemanusiaan, termasuk mendukung upaya pengentasan stunting.

Di sisi lain, otoritas Arab Saudi juga mulai memperketat pengawasan terhadap praktik jasa pembayaran dam ilegal yang selama ini marak ditemukan di sekitar kawasan haji.

Praktik broker liar yang menawarkan pembayaran murah di pinggir jalan menjadi perhatian serius karena dikhawatirkan tidak menjalankan proses penyembelihan sesuai aturan agama maupun ketentuan resmi pemerintah Saudi.

Tak hanya soal aturan dam, kabar baik datang dari sektor pelayanan konsumsi jemaah Indonesia. Tahun ini, pemerintah memastikan kualitas katering akan lebih ditingkatkan dengan menghadirkan menu yang lebih dekat dengan cita rasa Nusantara.

Bumbu asli Indonesia disebut akan lebih banyak digunakan dan diekspor langsung ke Arab Saudi agar rasa makanan tetap sesuai dengan lidah jemaah Tanah Air.

Selain itu, variasi menu juga diperbanyak untuk mengurangi kejenuhan selama masa ibadah di Makkah dan Madinah. Penyedia katering diminta memperhatikan keseimbangan gizi serta kebutuhan protein jemaah yang menjalani aktivitas padat selama musim haji.

Menariknya, kerja sama dengan dapur katering di Arab Saudi kini juga mewajibkan keterlibatan juru masak asal Indonesia agar kualitas rasa makanan tetap terjaga.

Sementara itu, calon jemaah juga diminta mewaspadai kondisi cuaca ekstrem selama musim haji tahun ini. Bulan Mei yang masuk musim panas di Arab Saudi diperkirakan memiliki suhu udara di atas 40 derajat Celsius.

Pemerintah mengimbau jemaah menjaga kondisi tubuh, memperbanyak konsumsi air putih, dan mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari untuk mencegah dehidrasi maupun heatstroke.

Selain itu, penggunaan kartu pintar atau Nusuk Card tetap menjadi syarat wajib selama pelaksanaan ibadah haji. Kartu tersebut digunakan sebagai akses resmi untuk memasuki kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina serta menjadi bagian dari sistem pengawasan jemaah oleh pemerintah Saudi.

Dengan berbagai kebijakan baru tersebut, pemerintah berharap pelaksanaan Haji 2026 dapat berjalan lebih tertib, aman, nyaman, dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah Indonesia.

Komentar