RASIOO.id – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) Jawa Barat mulai menjalankan program UMKM Naik Kelas dengan target 1.500 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Jawa Barat pada 2026. Kick-off perdana program tersebut digelar secara mandiri di Balaikota Bogor, Selasa, 26 Mei 2026.
Perwakilan Diskuk Jabar menjelaskan, program UMKM Naik Kelas akan berjalan di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat dengan melibatkan koordinator daerah serta pendamping UMKM di masing-masing wilayah.
“Jadi memang kegiatan UMKM Naik Kelas ini ada di seluruh kabupaten kota di Jawa Barat. Artinya kita menempatkan koordinator pendamping, koordinator daerah maupun pendamping di seluruh kabupaten kota,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, setiap daerah akan memiliki satu koordinator dan dua hingga tiga pendamping yang bertugas mendampingi pelaku UMKM selama program berlangsung.
Menurutnya, kegiatan kick-off di tiap daerah dilakukan secara mandiri oleh koordinator dan pendamping karena tidak ada anggaran khusus dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk pelaksanaan acara pembuka tersebut.
“Kick-off ini memang tergantung dari kabupaten kota atau pendampingnya itu sendiri karena terus terang memang untuk penganggaran ini dari provinsi tidak ada,” katanya.
Ia menambahkan, pelaksanaan kick-off dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sponsor dan mitra lainnya.
“Jadi mereka mengadakan secara mandiri berkolaborasi dengan sponsor dan lain sebagainya untuk mengadakan acara kick-off ini,” tambahnya.
Program pendampingan ini juga diawali dengan proses seleksi koordinator daerah dan pendamping UMKM yang diusulkan oleh pemerintah kabupaten dan kota.
“Memang kita sebelum memilih koordinator daerah dan pendamping, kita menyurati kabupaten kota untuk mengusulkan siapa yang menjadi koordinator maupun yang menjadi pendamping,” jelasnya.
Setelah itu, proses seleksi dilakukan oleh tim yang kompeten sebelum hasilnya kembali disampaikan kepada pemerintah daerah.
Diskuk Jabar menargetkan sebanyak 1.500 UMKM di seluruh Jawa Barat dapat mengikuti program ini sepanjang 2026.
Program tersebut akan berjalan selama empat bulan dengan berbagai materi pelatihan, mulai dari penguatan wawasan kewirausahaan, motivasi dan mindset usaha, peningkatan produktivitas, hingga strategi pemasaran produk.
“Di 2026 itu empat bulan, materinya peningkatan wawasan tentang kewirausahaan, motivasi, mindset, kemudian terkait produktivitas produknya sendiri maupun pemasaran,” tuturnya.
Selain pelatihan, peserta juga akan mendapatkan coaching clinic dan pendampingan untuk menyelesaikan berbagai persoalan usaha yang dihadapi masing-masing UMKM.
“Setiap UMKM ini kan beda-beda permasalahannya. Kemudian diberikan solusi-solusinya oleh pendamping dan koordinator,” tutupnya.














Komentar