Presiden Gelontorkan Rp4 Triliun, DPR RI Pastikan Perlintasan Sebidang Kota Bogor Segera Dibangun

RASIOO.id – Pemerintah pusat menyiapkan anggaran besar untuk membenahi persoalan perlintasan sebidang di Kota Bogor. Presiden RI Prabowo Subianto mengalokasikan dana sebesar Rp4 triliun guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan transportasi kereta api.

Komitmen tersebut mengemuka saat rombongan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia meninjau kawasan Stasiun Bogor bersama Wakil Wali Kota Bogor pada Jumat, 12 Juni 2026.

Ketua Komisi V DPR RI, Hamka B. Kady, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan mengevaluasi seluruh perlintasan sebidang yang selama ini menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah.

“Ini yang menjadi fokus pembicaraan kami dengan pemerintah daerah, Dirjen, dan seluruh unsur terkait,” ujarnya.

Hamka mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang telah menyiapkan anggaran besar untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Presiden RI sudah menyiapkan anggaran cukup besar, sekitar Rp4 triliun, untuk membenahi seluruh perlintasan sebidang di Kota Bogor,” katanya.

Ia menegaskan seluruh kementerian terkait harus bergerak bersama agar program ini berjalan sesuai target. Menurutnya, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia perlu menyiapkan anggaran di masing-masing sektor.

Hamka juga memastikan DPR RI akan mengawal langsung program tersebut sesuai arahan Presiden kepada Menteri Perhubungan.

“Keselamatan dan kenyamanan penumpang, khususnya sektor transportasi kereta api, harus terjamin dengan baik,” tuturnya.

Selain itu, ia meminta PT Kereta Api Indonesia ikut berkontribusi melalui program CSR guna mendukung percepatan pembangunan.

Nantinya, Kementerian PU akan membangun flyover dan underpass, sementara Kementerian Perhubungan fokus pada koordinasi serta peningkatan sistem persinyalan agar teknologi transportasi semakin modern.

Hamka berharap program tersebut mulai berjalan secara bertahap dan memiliki peta jalan yang jelas.

“Kami meminta data tiga tahun terakhir dan proyeksi lima tahun ke depan agar penyelesaian persoalan perlintasan sebidang memiliki road map yang terukur,” pungkasnya.

Ia menambahkan, pembenahan itu penting karena perlintasan sebidang masih menjadi salah satu penyebab kecelakaan dengan korban besar di berbagai wilayah. (Hana)

Komentar