RASIOO.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama PT Bogor Artha Makmur (BAM) meluncurkan program promo sewa kios yang sangat terjangkau untuk mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berjualan di Pasar Jambu Dua. Hanya dengan Rp1 juta, pelaku usaha sudah bisa menyewa satu kios atau los selama tiga bulan.
Program ini diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di Pasar Jambu Dua sekaligus menarik lebih banyak UMKM untuk mengembangkan usahanya di pusat perdagangan tersebut.
Direktur Utama PT Bogor Artha Makmur (BAM), M.H. Ages, mengatakan bahwa promo tersebut merupakan bentuk dukungan kepada para pelaku UMKM, khususnya yang akan menempati area lantai dua pasar.
“Selama tiga bulan mereka hanya membayar Rp1 juta untuk satu kios atau satu los. Ini merupakan bentuk keringanan yang kami berikan kepada UMKM,” ujar Ages.
Menurutnya, program tersebut masih bersifat uji coba. Namun apabila mendapat respons positif dari para pedagang, PT BAM siap memperpanjang bahkan mengembangkan program serupa.
“Tiga bulan ini menjadi masa uji coba. Kalau antusiasme tinggi dan para pedagang meminta diperpanjang, tentu akan kami evaluasi dan lanjutkan,” katanya.
Pasar Jambu Dua sendiri memiliki total 1.141 kios dan los. Namun hingga pertengahan 2026, masih terdapat sekitar 900 unit yang belum terisi.
Ages menjelaskan, di lantai atas tersedia sekitar 600 kios dan los, sedangkan di lantai bawah masih terdapat sekitar 300 unit yang juga belum ditempati.
“Jadi total masih ada sekitar 900 kios dan los yang tersedia untuk ditempati para pedagang,” ungkapnya.
Menariknya, PT BAM memberikan kebebasan kepada para pelaku UMKM dalam menentukan jenis usaha yang akan dijalankan, khususnya di lantai dua. Mulai dari usaha pakaian, aksesoris, kuliner, hingga produk kreatif lainnya dipersilakan mengisi area tersebut.
Konsep penataan pun dibuat lebih fleksibel agar para pedagang dapat mengembangkan kreativitas dalam menata kiosnya, selama tidak mengganggu aktivitas pedagang lain.
*”Kami memberikan kebebasan kepada UMKM untuk berjualan sesuai kategori usahanya. Konsep penataan kios juga bisa dibuat sekreatif mungkin oleh masing-masing pelaku usaha,” jelas Ages.
Ia berharap konsep yang diusung di Pasar Jambu Dua mampu menghadirkan suasana belanja yang lebih modern, kreatif, dan nyaman bagi masyarakat.
Bahkan, Ages optimistis Pasar Jambu Dua ke depan dapat menjadi ikon baru pusat perdagangan di Kota Bogor.
“Harapannya Pasar Jambu Dua bisa menjadi tempat berkumpulnya UMKM dan dikenal sebagai ‘Blok M’-nya Kota Bogor,” tutupnya.















Komentar