Penataan Kota Bogor Belum Maksimal, Jenal Mutaqin Dorong Penguatan SDM dan Edukasi Warga

RASIOO.id – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam menata ruang publik masih menghadapi berbagai tantangan. Keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di lapangan dan rendahnya kesadaran masyarakat dinilai menjadi hambatan utama dalam menertibkan pedagang kaki lima (PKL) serta menjaga kebersihan kota.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, saat melakukan inspeksi di sejumlah titik yang masih dipenuhi PKL yang menggunakan trotoar sebagai lokasi berjualan.

Menurut Jenal, jumlah personel yang terbatas membuat pengawasan tidak dapat dilakukan secara maksimal selama 24 jam.

“Petugas kayaknya memang harus standby, tapi lagi-lagi keterbatasan SDM menjadi kendala utama,” ujar Jenal.

Ia menilai persoalan penataan kota tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga pada tingkat kesadaran masyarakat. Jenal membandingkan kondisi Kota Bogor dengan Kota Malang yang dinilainya mampu menjaga kebersihan dan ketertiban tanpa pengawasan ketat.

“Kesadaran warga ini yang agak sulit. Jadi kadang-kadang suka frustrasi juga kalau melihat kota lain seperti Malang. Taman-tamannya tidak ada yang jaga,” tuturnya.

Menurutnya, di Kota Malang tidak terdapat petugas ranger maupun penjagaan Satpol PP di setiap taman, namun kawasan tersebut tetap bersih, bebas sampah, dan tidak dipenuhi PKL.

“Nah, maka Bogor, seberapa kuatnya petugas berjaga, pasti ada lengahnya, ada istirahatnya,” katanya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Jenal menilai diperlukan edukasi kepada masyarakat. Namun, jika pelanggaran terus berulang, ia mengusulkan pembentukan pos penjagaan khusus di titik-titik yang kerap ditempati PKL membandel.

Selain itu, ia mengaku telah berdiskusi dengan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengenai rencana mengoptimalkan personel dengan mengalihkan sebagian petugas ranger taman untuk memperkuat pengawasan oleh Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub).

“Kemudian yang kedua, saya sudah sampaikan ke Pak Wali untuk mengkonversi petugas ranger taman menjadi petugas Satpol PP dan Dishub,” ujarnya.

Jenal menambahkan, penambahan personel sangat dibutuhkan, terutama pada akhir pekan. Ia meminta jumlah petugas Dishub yang bertugas pada Sabtu dan Minggu lebih banyak dibandingkan hari kerja guna mengantisipasi meningkatnya aktivitas masyarakat di ruang publik.

Komentar