RASIOO.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melakukan upaya konkret dalam menekan pengangguran di Bumi Tegar Beriman. Pasalnya, Pengangguran di Kabupaten Bogor masih menjadi soal yang belum terselesaikan secara keseluruhan.
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor mencatat, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor, ada sebanyak 218 ribu warga yang belum bekerja.
Kepala Disnaker Kabupaten Bogor, Nana Mulyana menjelaskan, Pemkab Bogor sudah menyiapkan Job Fair untuk warga Kabupaten Bogor pada 5 dan 6 Agustus 2026 di Pakansari.
Tak hanya itu, pihaknya juga memperluas peluang kerja ke luar negeri melalui pelatihan bahasa Jepang gratis di Balai Latihan Kerja (BLK). Nantinya, lulusan BLK akan dikirim ke Jepang untuk bekerja.
“Bahkan untuk tahun sekarang insya allah kami telah menyeleksi dari seribu orang pendaftar untuk pelatihan bahasa Jepang yang kita laksanakan di BLK Disnaker Kabupaten Bogor,” kata dia, Selasa 4 Agustus 2026.
Pelatihan berlangsung selama kurang lebih 120 hari dan diproyeksikan dapat memberangkatkan sekitar 40 peserta bekerja di Jepang.
“Pelatihan bahasa Jepang itu membutuhkan waktu kurang lebih 120 hari. Tahun ini kami menargetkan keberangkatan sekitar 40 orang,” jelas dia.
Nana menjelaskan, kebutuhan tenaga kerja di Jepang cukup beragam, mulai dari caregiver atau perawat lansia bagi lulusan kesehatan, housekeeping di sektor perhotelan, pengolahan makanan, welder (pengelasan), manufaktur bubut, hingga sektor konstruksi.
Selain memperluas akses kerja ke luar negeri, Disnaker juga terus mendorong kesesuaian kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
“Kadang-kadang ada pencari kerja yang kualifikasinya belum sesuai dengan standar perusahaan. Karena itu perlu adanya link and match antara sekolah pencetak tenaga kerja dengan dunia usaha dan dunia industri,” tutup dia.
Simak rasioo.id di Google News














Komentar