RASIOO.id – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Bayu, resmi dihentikan setelah berlangsung selama tujuh hari. Hingga hari terakhir pencarian pada Rabu, 19 Agustus 2026, tim gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan Bayu.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR yang telah melakukan pencarian dengan menyisir sejumlah lokasi, mulai dari aliran sungai hingga kawasan Gunung Batu.
“Ya, yang pertama saya ucapkan terima kasih kepada seluruh tim yang sudah melaksanakan kegiatan untuk pencarian saudara Bayu. Tujuh hari sudah terlewati dan hasilnya belum maksimal ya, artinya belum ditemukan saudara Bayu,” ujar Dedie di Balai Kota Bogor, Kamis, 20 Agustus 2026.
Dugaan Bayu terjatuh ke sungai muncul setelah sepeda motor dinas miliknya ditemukan di lokasi kejadian dengan kondisi kunci masih terpasang. Sementara itu, helm dan laptop milik Bayu ditemukan berada di dalam air.
“Ya karena kan namanya motor ada di situ, ya, kemudian kuncinya ada di situ. Nah kebetulan motornya kan motor dinas, tapi orangnya tidak ada. Tapi ada helm dan laptop ada di dalam air,” kata Dedie.
“Jadi kita berkesimpulan, jangan-jangan saudara Bayu ini kecebur,” sambungnya.
Namun, setelah tim melakukan penyisiran selama tujuh hari, Bayu belum ditemukan. Pemkot Bogor kemudian menyarankan keluarga untuk membuat laporan kepada kepolisian sebagai langkah lanjutan.
“Nah kan kita lakukan pencarian kan tidak ketemu, nah makanya kita usulkan kepada keluarga untuk melakukan laporan kepada kepolisian,” tuturnya.
Polisi selanjutnya berencana melakukan pelacakan terhadap ponsel milik Bayu untuk membantu mengetahui kemungkinan lokasi keberadaannya.
Sementara itu, Pemkot Bogor meminta aparatur wilayah tetap melakukan pemantauan di sepanjang aliran Sungai Cisadane. Pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipasi karena kawasan sekitar lokasi kejadian berdekatan dengan permukiman padat penduduk.
“Langkah selanjutnya dari Pemkot kami juga melalui wilayah, kami minta untuk memonitor, terutama di sepanjang aliran Sungai Cisadane. Karena setelah posisi yang diduga jatuhnya saudara Bayu ini, kurang lebih 200 meter itu sudah padat,” ujar Dedie.
Dedie juga mengimbau masyarakat segera melapor kepada pihak berwenang jika menemukan sesuatu yang mencurigakan di sekitar aliran sungai.
“Makanya kita usahakan sekarang lewat kepolisian, siapa tahu saudara Bayu memang tidak di situ. Itu saja, namanya ikhtiar ya. Doakan,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, mengonfirmasi penghentian operasi SAR gabungan setelah pencarian berlangsung selama tujuh hari sesuai SOP. Seluruh hasil evaluasi pencarian juga telah disampaikan kepada keluarga Bayu. (Hana)















Komentar