Gempa M7,7 Guncang Flores, 83 Warga Meninggal dan 110 Ribu Lebih Mengungsi

RASIOO.id – Duka masih menyelimuti Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu 15 Agustus 2026.

Berdasarkan data terbaru yang Anda sampaikan hingga Jumat 21 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB, 83 orang meninggal dunia, sementara 986 warga mengalami luka-luka dan 110.785 jiwa harus mengungsi akibat dampak gempa serta rangkaian gempa susulan yang masih terjadi.

Gempa utama terjadi pada pukul 04.58 WIB. Berdasarkan pemutakhiran BMKG, episenter berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami sebelum BMKG mengakhirinya pada pukul 07.30 WIB.

Rumah dan Sekolah Rusak

Besarnya guncangan menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah Flores. Berdasarkan data yang dihimpun, puluhan ribu rumah warga terdampak, termasuk bangunan yang mengalami kerusakan berat, sedang, maupun ringan.

Sektor pendidikan juga ikut terpukul. Sebanyak 1.378 satuan pendidikan dilaporkan terdampak, dengan 502 sekolah mengalami kerusakan berat. Kondisi tersebut membuat kegiatan belajar mengajar harus menyesuaikan keadaan, termasuk dilakukan dari rumah maupun lokasi pengungsian.

Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Manggarai menjadi sejumlah wilayah yang dilaporkan mengalami dampak kerusakan rumah cukup besar.

Ribuan Gempa Susulan Terus Mengguncang

Situasi semakin berat karena gempa susulan masih terus terjadi. Berdasarkan data yang dicantumkan dalam laporan tersebut, tercatat 4.256 gempa susulan, dengan kekuatan mulai dari Magnitudo 1,1 hingga 6,2.

Sejumlah gempa susulan bahkan dirasakan langsung masyarakat. Kondisi ini membuat warga memilih bertahan di tempat pengungsian karena khawatir kembali memasuki bangunan yang telah mengalami kerusakan.

BMKG sebelumnya juga mencatat sejumlah gempa susulan berkekuatan besar di sekitar wilayah Flores. Pada hari gempa utama, misalnya, BMKG mencatat gempa M6,2 di sekitar Manggarai Barat dan M6,2 di sekitar Ende.

Warga Diminta Tak Masuk Bangunan Rusak

Di tengah situasi yang belum sepenuhnya stabil, masyarakat diminta tetap waspada dan tidak kembali memasuki bangunan yang retak atau mengalami kerusakan akibat gempa.

BMKG mengimbau masyarakat mengandalkan informasi dari kanal resmi dan tidak mudah percaya terhadap kabar yang belum terverifikasi. Masyarakat yang berada di wilayah terdampak juga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Gempa Flores menjadi pengingat bahwa bencana tidak berhenti ketika guncangan utama berakhir. Setelah tanah berguncang, pekerjaan besar masih menanti: memastikan warga selamat, memenuhi kebutuhan pengungsi, memulihkan fasilitas umum, dan membangun kembali kehidupan masyarakat.

Kini, ribuan keluarga di Flores masih menunggu satu hal yang paling penting: rasa aman untuk kembali pulang dan memulai kehidupan dari awal.

Komentar