Rudy Susmanto Siapkan Lompatan Pembangunan 2027, Cibinong Didorong Jadi Kota Baru

RASIOO.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyiapkan arah pembangunan jangka panjang untuk mendorong pemerataan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor. Di bawah kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Ade Ruhandi, pembangunan 2027 akan menjadi salah satu tahap penting dalam agenda tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengatakan pemerataan pembangunan dilakukan secara bertahap. Program tersebut mulai dikuatkan pada 2026, diprioritaskan pada 2027, kemudian dilanjutkan dalam dua tahun berikutnya.

Untuk APBD 2027, Pemkab Bogor masih menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu prioritas utama. Setelah itu, pemerintah daerah akan memperkuat pembangunan sumber daya manusia.

“2027 masih program atau skala prioritas Pak Bupati itu memang ke arah infrastruktur dan nanti di pertengahannya peningkatan sumber daya manusia. Jadi ada beberapa hal yang sangat prioritas,” kata Ajat, Senin, 24 Agustus 2026.

Ajat menjelaskan, penyusunan program pembangunan 2027 tetap mengacu pada aspirasi masyarakat. Aspirasi tersebut dihimpun melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) mulai tingkat desa hingga kecamatan, serta melalui reses anggota DPRD Kabupaten Bogor.

Menurut Ajat, pembangunan juga diarahkan untuk memperkuat pusat pemerintahan sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bogor. Cibinong menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian karena pemerintah ingin mengubah wajah kawasan tersebut menjadi lebih berciri perkotaan.

“Jadi penguatan identitas itu dilakukan, mungkin bisa dilihat di Cibinong ya, bahwa kita ingin bertransformasi dari the big village menjadi suatu kota,” jelasnya.

Ia mengatakan, pembangunan sejumlah fasilitas publik dan landmark di kawasan Cibinong menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas Kabupaten Bogor.

“Maka mungkin bisa dilihat kenapa alun-alun Kabupaten Bogor dibuat, kenapa ada beberapa landmark baru yang dibuat, kenapa ada landmark-landmark lama kemudian dipoles dan lain-lain. Tunjukkan kita punya identitas Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Meski pembangunan pusat pemerintahan dan kawasan perkotaan menjadi perhatian, Ajat memastikan wilayah Bogor Timur, Selatan, Utara dan Barat tidak akan ditinggalkan.

Pemkab Bogor telah memetakan berbagai hambatan pembangunan yang dinilai mengganggu kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah tersebut.

“Kedua adalah terkait dengan istilahnya debottlenecking ya, jadi membuka hambatan-hambatan atau sumbatan-sumbatan pembangunan baik di Kabupaten tengah, di Kabupaten Bogor Barat, Bogor Timur, atau Bogor Selatan,” katanya.

Ajat menambahkan, Pemkab Bogor juga menyiapkan pembangunan di pusat pertumbuhan ekonomi baru pada 2027. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka konektivitas dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di luar kawasan pusat pemerintahan.

“Kita tahun 2027 kita akan memulai membangun satu pembangunan di pusat pertumbuhan ekonomi baru,” pungkasnya.

Komentar