359 Siswa MAN 1 Kota Bogor Jalani Cek Kesehatan Gratis, Ini Temuan Masalah Kesehatan Pelajar

RASIOO.id – Sebanyak 359 siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bogor mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam rangkaian Gerakan Aksi Bergizi dan Rapor Kesehatan Pelajar, Rabu, 26 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut ditinjau langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Denny Mulyadi dan melibatkan Dinas Kesehatan Kota Bogor bersama Dinas Pendidikan serta Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan.

Denny mengatakan MAN 1 Kota Bogor memiliki 1.077 siswa dari kelas 10 hingga 12. Namun, pelaksanaan CKG pada hari ini diikuti 359 siswa.

“Lokasi pelaksanaannya hari ini ada di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bogor. Ini dalam rangka kegiatan Gerakan Aksi Bergizi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG),” kata Denny.

Menurutnya, program CKG saat ini menyasar 701 sekolah dan madrasah di Kota Bogor dengan total sekitar 227 ribu siswa.

Namun, hingga triwulan kedua 2026, realisasi pemeriksaan baru mencapai 28,9 persen. Denny meminta Dinas Kesehatan mempercepat pelaksanaan pemeriksaan agar cakupan program meningkat.

“Ini menjadi tugas Kadinkes untuk terus mempercepat proses cek kesehatan gratis ke masing-masing sekolah,” ujarnya.

Denny menargetkan cakupan CKG tahun ini bisa mencapai lebih dari 70 persen hingga 80 persen. Ia menyebut capaian program pada tahun sebelumnya berada di angka sekitar 61 persen.

Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan Aksi Bergizi juga menjadi upaya pemerintah untuk mendorong pola hidup sehat di kalangan pelajar.

Denny mengungkapkan hasil evaluasi pemeriksaan kesehatan pelajar pada 2025 masih menemukan sejumlah persoalan. Beberapa di antaranya yakni pra-hipertensi sebesar 24 persen, pra-diabetes 10,08 persen, anemia 16,87 persen, serta gizi berlebih atau obesitas sebesar 8,24 persen.

Masalah kesehatan gigi juga menjadi perhatian. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kasus karies atau gigi berlubang dan tidak terawat mencapai 48,79 persen.

Sementara itu, pelajar dengan aktivitas fisik rendah atau yang disebut “sindrom mager” mencapai 70,65 persen.

Temuan lainnya mencakup gangguan penglihatan sebesar 7,74 persen, perokok pasif 9,93 persen, gejala gangguan kesehatan jiwa 2,25 persen, masalah kesehatan reproduksi 5,86 persen, serta Tuberkulosis (TBC) sebesar 1,01 persen.

Denny berharap berbagai temuan tersebut dapat ditekan melalui kegiatan Aksi Bergizi yang dilakukan secara rutin di sekolah.

Kegiatan itu mencakup senam dan aktivitas olahraga, konsumsi makanan bergizi, pemberian Tablet Tambah Darah (TTD), hingga edukasi kesehatan bagi pelajar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Erna Nuraena mengatakan pemerintah telah memiliki regulasi melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) terkait Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Salah satu poin dalam Germas tersebut mendorong pembudayaan aktivitas fisik di lingkungan sekolah dan tempat kerja.

“Selain itu, pada program Cek Kesehatan Gratis (CKG) anak-anak akan dites tingkat kebugarannya,” kata Erna.

Ia menjelaskan sekolah juga didorong melakukan aktivitas fisik secara rutin. Senam ringan dapat dilakukan pada pagi hari serta peregangan sekitar pukul 10.00 WIB dan 14.00 WIB.

Menurut Erna, aktivitas fisik tidak harus dilakukan dalam waktu lama. Senam ringan selama lima hingga 10 menit dapat membantu mengurangi kurangnya aktivitas fisik sekaligus menjaga kebugaran pelajar.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan tingkat kebugaran seorang siswa rendah, pelajar tersebut akan mendapat latihan fisik khusus yang diarahkan guru olahraga untuk membantu meningkatkan kebugarannya.

Komentar