RASIOO.id — Kekeringan di Kabupaten Bogor belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Hingga 31 Agustus 2026, sebanyak 271.805 jiwa atau 78.917 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan yang tersebar di 32 kecamatan.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan air bersih di Kabupaten Bogor terus meningkat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor bahkan harus mendistribusikan air bersih setiap hari ke belasan hingga puluhan titik yang tersebar di berbagai wilayah.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, mengatakan kekeringan kini hampir merata, mulai dari wilayah barat, timur, selatan hingga kawasan tengah Kabupaten Bogor.
“Untuk saat ini hampir semua wilayah barat, timur, selatan dan tengah kekeringan, karena kami setiap hari dari empat wilayah permintaan air bersih,” kata Adam, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, dalam sehari BPBD menerima permintaan distribusi air bersih ke sekitar 15 hingga 20 titik. Permintaan tersebut terus berdatangan seiring semakin terbatasnya sumber air warga.
4 Juta Liter Air Sudah Disalurkan
Data BPBD Kabupaten Bogor menunjukkan skala penanganan kekeringan terus membesar.
Sejak 10 Juni hingga 31 Agustus 2026, distribusi air bersih telah dilakukan di 598 titik, yang tersebar di 167 desa dan 32 kecamatan.
Total air yang telah disalurkan mencapai 4.052.000 liter.
“Dari data kita sepanjang periode 10 Juni hingga 31 Agustus 2026, distribusi air bersih telah dilakukan di 598 titik yang tersebar di 167 desa dan 32 kecamatan, jumlah air yang telah disalurkan mencapai 4.052.000 liter,” papar Adam.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.580.000 liter air disalurkan langsung kepada masyarakat melalui 530 rit distribusi.
Sementara 1.472.000 liter lainnya digunakan untuk mengisi toren atau tempat penampungan air warga melalui 184 rit distribusi.
Besarnya volume air yang harus dikirim menunjukkan bahwa kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih masih sangat tinggi. Distribusi pun dilakukan secara bergilir berdasarkan laporan dan permintaan dari wilayah yang mengalami kekurangan air.
Tanggap Darurat Diperpanjang
Belum berakhirnya kekeringan membuat Pemerintah Kabupaten Bogor mengambil langkah lanjutan. Status tanggap darurat kekeringan diperpanjang hingga 15 September 2026.
Perpanjangan tersebut dilakukan karena periode puncak musim kering diperkirakan masih berlangsung pada September.
Dengan kondisi itu, BPBD memastikan distribusi air bersih masih menjadi salah satu prioritas penanganan bencana di Kabupaten Bogor.
Pemantauan terhadap wilayah terdampak dan permintaan bantuan air pun terus dilakukan. BPBD juga bersiap menyesuaikan distribusi berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.
Kekeringan yang kini menjangkau 32 kecamatan menjadi gambaran bahwa persoalan air bersih di Kabupaten Bogor belum selesai. Selama hujan belum kembali merata dan sumber air warga belum pulih, armada distribusi air bersih masih akan terus bergerak memenuhi kebutuhan masyarakat















Komentar