Jalan Baru 10 Kilometer Dibuka, Kabupaten Bogor Siapkan Pusat Pertumbuhan Ekonomi di Wilayah Timur

RASIOO.id – Pemerintah Kabupaten Bogor membuka akses jalan baru sepanjang sekitar 10 kilometer yang menghubungkan Jalan Transyogi dengan Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur. Pembangunan jalan ini menjadi bagian dari strategi Pemkab Bogor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan pembangunan jalan tersebut mulai berjalan pada 2025 dan ditargetkan rampung pada 2026. Pemkab Bogor menilai akses tersebut penting untuk memperkuat konektivitas sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di kawasan timur.

“Kita pun dimulai tahun 2025 membuka jalan baru sepanjang 10 kilometer. Tidak tuntas di 2025, tetapi akan tuntas di 2026 dari mulai Jalan Transyogi hingga Desa Sukaresmi,” kata Rudy di Cibinong, Selasa, 2 September 2026.

Selain membangun akses jalan, Pemkab Bogor juga menyiapkan kawasan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Desa Sukaresmi. Pemerintah daerah telah menyelesaikan penyediaan lahan seluas 64,5 hektare pada 2025 untuk mendukung rencana tersebut.

Rudy menyebut pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu upaya Pemkab Bogor menjawab aspirasi masyarakat terkait pemerataan pembangunan. Hal itu juga berkaitan dengan harapan masyarakat terhadap pembentukan daerah otonomi baru Bogor Timur.

Menurut Rudy, proses pemekaran wilayah memiliki sejumlah tahapan dan melibatkan kewenangan pemerintah di tingkat yang berbeda. Karena itu, Pemkab Bogor memilih fokus pada hal-hal yang menjadi kewenangannya, salah satunya menyiapkan infrastruktur dan pusat pertumbuhan ekonomi.

“Supaya harapan masyarakat tersebut dapat tercapai, lalu pemerataan pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Bogor, kita menyebutnya pusat pertumbuhan ekonomi baru wilayah barat, wilayah timur,” ujarnya.

Pembangunan akses Transyogi-Sukaresmi juga melengkapi proyek infrastruktur lain di kawasan timur Kabupaten Bogor. Pemkab Bogor bersama pemerintah pusat melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) mengerjakan rekonstruksi jalan dari Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, menuju Sukamakmur sejak 2025 dan melanjutkannya pada 2026.

Rudy menilai konektivitas menjadi kunci dalam membuka potensi sebuah wilayah. Infrastruktur jalan yang semakin baik dapat memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi.

Ia menegaskan pembangunan Kabupaten Bogor tidak hanya berpusat di Cibinong. Pemkab juga mengarahkan pembangunan ke wilayah barat, timur, utara, dan selatan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata.

“Kalau mau membangun wilayah, yang dibangun pertama apa? Ibarat sebuah tubuh, urat nadinya bangunlah dulu. Urat nadi itu apa? Jaringan jalan. Konektivitas antarwilayah, sehingga ke depan pemerataan pembangunan akan dirasakan dampaknya langsung oleh masyarakat,” kata Rudy.

Komentar