250 Ribu Masker Disiapkan Pemkot Bogor, Warga Bisa Ambil Gratis di Kelurahan

RASIOO.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyiapkan 250 ribu masker medis untuk masyarakat sebagai langkah antisipasi meningkatnya keluhan gangguan pernapasan dan sesak napas akibat paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Muttaqin mengatakan, sebanyak 250 ribu masker tersebut akan didistribusikan ke seluruh kelurahan di Kota Bogor.

“Kami siapkan 250.000 pcs masker medis. Tadi rapat koordinasi malam, kita akan atur teknisnya,” ujar Jenal saat ditemui di Balai Kota Bogor, Senin, 7 September 2026.

Jenal berharap setiap kelurahan memiliki stok masker yang cukup sehingga masyarakat yang membutuhkan dapat mengambilnya secara langsung.

“Kalau saya berharap tiap kelurahan kita simpan stok. Jadi warga yang mau tinggal ambil ke kelurahan masing-masing atau dibagikan di jalan,” katanya.

Menurut Jenal, pembagian melalui kantor kelurahan dipilih untuk menjaga ketertiban sekaligus memastikan distribusi berjalan aman dan tepat sasaran. Warga yang membutuhkan masker dapat mengambilnya dengan menunjukkan KTP sebagai identitas warga setempat.

“Nanti di setiap kelurahan akan kita sebarkan masker. Mudah-mudahan sore ini Dinkes sudah bisa mendistribusikan masker-masker di wilayah masing-masing,” tuturnya.

Pemkot Bogor juga memberikan prioritas kepada kelompok masyarakat yang dinilai lebih rentan terhadap dampak abu vulkanik. Kelompok tersebut meliputi anak-anak, lansia, pekerja lapangan, serta pegawai yang memiliki gangguan atau rentan terhadap masalah pernapasan.

Jenal menyebut langkah tersebut mengacu pada edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang diterima Pemkot Bogor.

“Prioritas yaitu anak-anak, para pekerja lapangan, pegawai rentan pernapasan, dan lansia. Itu ada di dalam edaran Kemenkes yang tadi malam baru kami terima,” ujarnya.

Selain membagikan masker, Pemkot Bogor mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah selama kondisi kualitas udara belum membaik.

Warga yang memiliki penyakit bawaan atau rentan mengalami gangguan pernapasan juga dianjurkan tetap berada di dalam ruangan dan mengurangi paparan udara luar.

Langkah tersebut dilakukan Pemkot Bogor sebagai upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan masyarakat menyusul sebaran abu vulkanik yang berdampak pada sejumlah wilayah.

Komentar