RASIOO.id – Memasuki hari keempat, penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga masih terus berlangsung pada Kamis, 10 September 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memaksimalkan upaya pemadaman untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak bagi masyarakat sekitar.
Kobaran api yang sempat kembali membesar membuat tim gabungan harus bekerja lebih intensif. Direktur Pengaduan dan Pengawasan Lingkungan Hidup pada Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Lingkungan Hidup, Ardyanto Nugroho, meminta seluruh pihak memperkuat sinergi agar penanganan kebakaran dapat segera dituntaskan.
“Tadi pagi Bapak Menteri mendapatkan informasi bahwa kebakaran membesar kembali. Kami dari Kementerian Lingkungan Hidup berharap kebakaran ini kita tangani bersama supaya tidak meluas lebih jauh dan masyarakat tidak terdampak,” ujar Ardyanto.
Ia juga meminta seluruh fasilitas pendukung milik Pemkab maupun Pemkot Bogor dimaksimalkan, terutama dalam memitigasi risiko kesehatan bagi warga yang berada di sekitar TPA Galuga.
Di lapangan, petugas fokus mengurai tumpukan sampah sekaligus memadamkan titik api. Penanganan dilakukan secara bersama tanpa membatasi wilayah administratif antara Kabupaten dan Kota Bogor.
“Hari ini penanganan lanjutan dari Pemkab dan Pemkot Bogor terus dilanjutkan. Di bawah instruksi Bupati, tim Kabupaten ikut masuk membantu ke area TPA yang menjadi wilayah pengelolaan Kota Bogor. Kita kerjakan bersama, tidak ada batas teritorial, Bogor bersatu,” ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Dimas Tiko Prahadisasongko mengatakan, sejumlah alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses penguraian tumpukan sampah dan pemadaman.
“Langkah-langkah percepatan yang tengah berjalan di hari ke-4 ini penguraian dengan alat berat sebanyak tiga unit dozer dan tiga unit ekskavator dioperasikan di lokasi. Alat berat dari area TPA milik Pemkab yang situasinya mulai melandai turut digeser untuk membantu pemadaman di area Pemkot,” tutur Dimas.
Selain pemadaman dari darat, helikopter milik TNI Angkatan Udara kembali dikerahkan untuk melakukan water bombing guna menjangkau titik api yang sulit diakses petugas.
Dimas mengatakan pemantauan dan pemadaman akan terus dilakukan hingga subuh untuk mengantisipasi munculnya titik api baru. Jika kebakaran belum sepenuhnya tuntas, proses penanganan akan tetap dilanjutkan.
Terkait pemicu awal kebakaran, indikasi sementara menunjukkan api berasal dari area di luar kawasan utama TPA. Namun, kepastian mengenai penyebab kebakaran masih menunggu hasil investigasi.
“Laporan sementara yang masuk saat laporan pertama diterima, api berasal dari ladang warga yang bersisian dekat dengan TPA. Namun untuk kepastiannya masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut,” tuturnya.
Pemkab dan Pemkot Bogor selanjutnya akan melakukan evaluasi bersama dinas teknis terkait sekaligus memperkuat langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.















Komentar