RASIOO.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mencatat peningkatan kasus Influenza Like Illness (ILI) dalam beberapa pekan terakhir. Dari pemantauan tersebut, empat warga Kota Bogor terkonfirmasi positif Influenza tipe A.
Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), kasus ILI pada Minggu Epidemiologi ke-36 tercatat sebanyak 36 kasus. Jumlah tersebut kemudian naik menjadi 77 kasus pada minggu ke-37 dan melonjak menjadi 148 kasus pada minggu ke-38.
Peningkatan tersebut turut diikuti laporan kewaspadaan dari RS PMI Kota Bogor terkait temuan kasus Influenza tipe A.
Kepala Dinkes Kota Bogor Erna Nuraena mengatakan, berdasarkan laporan Event Based Surveillance (EBS), terdapat empat pasien yang terdeteksi positif Influenza A.
“Hasil pemeriksaan yang tersedia saat ini menunjukkan Influenza tipe A. Untuk penentuan subtipe seperti A(H1N1) maupun A(H3N2) subclade K dilaksanakan di Rumah Sakit Sentinel ILI-SARI yang ditunjuk Kementerian Kesehatan,” ujar Erna, Senin 5 Oktober 2026.
Erna menegaskan, peningkatan kasus ILI tidak secara langsung menunjukkan adanya peningkatan varian Influenza A(H3N2) subclade K. Sebab, ILI merupakan sindrom klinis yang dapat disebabkan berbagai jenis virus pernapasan lainnya.
Meski demikian, Dinkes Kota Bogor terus melakukan penyelidikan epidemiologi dan memperketat pemantauan tren penyakit infeksi saluran pernapasan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Erna juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Berdasarkan pemantauan Kementerian Kesehatan hingga Minggu Epidemiologi ke-38, situasi influenza secara nasional masih berada pada kategori rendah.
Untuk meningkatkan kewaspadaan, Dinkes Kota Bogor memperketat pemantauan kasus melalui SKDR, melakukan penyelidikan epidemiologi, serta meningkatkan koordinasi dengan Dinkes Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Kesehatan RI.
“Masyarakat dianjurkan untuk menggunakan masker apabila mengalami gejala batuk atau pilek, menerapkan etika batuk dan bersin, serta rutin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer,” tutur Erna.
Warga juga diimbau menjaga ventilasi udara, beristirahat cukup, menghindari kontak dekat saat sakit, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila gejala memburuk.
Dalam kondisi darurat, warga Kota Bogor dapat menghubungi Call Center PSC GESIT melalui nomor 119.














Komentar