Pemkot Bogor Perluas Deteksi Dini Kanker, 4.300 Warga Ikuti Pemeriksaan Gratis

RASIOO.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggencarkan deteksi dini kanker melalui program CKG Smart (Cek Kesehatan Gratis Smart) dan pemeriksaan payudara gratis selama Oktober 2026. Program ini melibatkan Dinas Kesehatan Kota Bogor dan Yayasan Kanker Indonesia (YKI).

Langkah tersebut dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Kanker Payudara Sedunia. Pemkot Bogor juga memperkuat upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan data Dinas Kesehatan menunjukkan kasus kanker di Kota Bogor mengalami peningkatan setiap tahun. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah memperluas upaya pencegahan dan deteksi dini.

Hal itu disampaikan Dedie saat apel peringatan Hari Kanker Payudara Sedunia tingkat Kota Bogor 2026 di Plaza Balai Kota Bogor.

“Persoalan kanker di Kota Bogor kalau dari data itu setiap tahun memang meningkat,” ujarnya.

Dedie menjelaskan, risiko kanker payudara dapat dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk faktor genetik dan pola hidup. Ia juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan obat-obatan sesuai anjuran dokter dan tidak mengabaikan pengawasan medis.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemkot Bogor yakni melalui program CKG Smart. Program ini menyasar deteksi dini berbagai risiko penyakit, termasuk kanker serviks dan kanker payudara.

Dedie menegaskan, masyarakat tidak perlu takut menjalani pemeriksaan. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan merupakan langkah pencegahan untuk mengetahui risiko penyakit lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan medis.

“Justru kita ingin mendeteksi dari awal dan bagaimana caranya tentu nanti bisa disampaikan dalam dialog-dialog langsung bersama masyarakat,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat tidak memandang pemeriksaan kanker sebagai sesuatu yang menakutkan.

“Jangan ditakut-takutin seolah-olah kok ini ada pemeriksaan kanker serviks, kanker payudara, tidak. Ini preventif, promotif, supaya bisa mendeteksi dini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Erna Nuraena, menyampaikan bahwa program pemeriksaan kesehatan gratis selama Oktober 2026 masih berlangsung.

Dari target sebanyak 6.800 peserta, jumlah warga yang mengikuti pemeriksaan telah mencapai sekitar 4.300 orang. Pelaksanaan program tersebut dijadwalkan berlanjut hingga 23 Oktober 2026.

Erna memastikan fasilitas kesehatan juga menyiapkan layanan lanjutan bagi peserta yang membutuhkan penanganan medis. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan indikasi yang memerlukan penanganan khusus, pasien akan dirujuk ke fasilitas kesehatan sesuai kebutuhan.

Pemkot Bogor juga berupaya membantu pembiayaan pengobatan melalui program BPJS Kesehatan bagi pasien yang memenuhi ketentuan.

“Kalau pengobatan, kalau memang ada indikasi kita akan rujuk nanti sesuai dengan pengobatan yang dibutuhkan. Pembiayaan kita upayakan dari BPJS,” ujar Erna.

Selain pemeriksaan kesehatan, jajaran Pemkot Bogor bersama Dinas Kesehatan melakukan kunjungan langsung ke enam kecamatan untuk menemui penyintas dan pasien kanker payudara, khususnya perempuan yang masih menjalani pengobatan.

Kunjungan tersebut bertujuan memberikan dukungan moril, semangat, dan pendampingan kepada para pasien selama menjalani proses pengobatan.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Pemkot Bogor berharap kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini kanker semakin meningkat. Pemerintah daerah juga ingin memastikan para penyintas dan pasien kanker mendapatkan dukungan dalam menjalani pengobatan.

Komentar