RASIOO.id – Program pertanian terintegrasi atau Integrated Farming di sepanjang Jalan Bojonggede-Kemang (Bomang), Kabupaten Bogor, mulai menunjukkan hasil. Sejumlah petani telah memanen berbagai komoditas, mulai dari semangka, tomat, hingga jagung.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor, Andri Hadian, mengatakan program tersebut melibatkan kelompok tani lokal untuk mengolah lahan pertanian di kawasan Bomang.
“Kemarin kita panen beberapa buahan juga itu semangka dengan tomat dan jagung,” kata Andri, Senin, 26 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, pertanian terintegrasi ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Bogor untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekitar. Program tersebut juga menjadi proyek percontohan untuk menggerakkan petani lokal agar lebih produktif dalam memanfaatkan lahan yang tersedia.
“Kita menggerakkan kelompok-kelompok tani untuk bisa mengolah tanah yang di wilayah Bomang dan hasilnya Bapak Ibu sekalian bisa lihat,” ujarnya.
Menurut Andri, hasil panen tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan kelompok wanita tani, tetapi sebagian juga dijual melalui pasar pangan di kawasan Bomang.
“Hari ini informasi sudah panen beberapa komoditas dan bisa selain untuk konsumsi keluarga atau kelompok wanita tani yang ada di kelompoknya, sebagian dijual untuk di pasar pangan di wilayah Bomang,” lanjutnya.
Program tersebut juga mengembangkan sektor pertanian dan peternakan secara terpadu. Selain tanaman pangan, kawasan ini memiliki kolam ikan dan peternakan yang diinisiasi Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor.
Pemkab Bogor juga menyediakan saung pangan yang berfungsi sebagai tempat penjualan hasil produksi pertanian. Fasilitas tersebut diharapkan memudahkan masyarakat mendapatkan bahan pangan sekaligus membuka akses pasar bagi petani setempat.
Andri berharap pertanian terintegrasi di Bomang dapat mendorong produktivitas kelompok tani dan memperkuat pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat di sekitar kawasan tersebut.















Komentar