RASIOO.id – Peringatan Milangkala ke-42 Desa Puspasari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, menjadi momentum untuk melestarikan seni dan budaya lokal sekaligus menunjukkan kreativitas generasi muda.
Perayaan yang berlangsung pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026, itu dikemas dalam pesta rakyat dengan berbagai pertunjukan seni budaya. Kegiatan ini mengajak masyarakat untuk mengenal, mencintai, dan menjaga warisan tradisi leluhur agar tidak terlupakan.
Camat Citeureup Maman Nurpadilah mengapresiasi penyelenggaraan Milangkala ke-42 Desa Puspasari. Ia berharap, peringatan hari jadi tersebut dapat memperkuat kebersamaan masyarakat serta mendorong desa semakin maju, mandiri, dan sejahtera.
Menurut Maman, kerukunan dan semangat gotong royong perlu terus dijaga sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bogor Rudy Susmanto atas perhatian, arahan, dan dukungannya terhadap pembangunan Kabupaten Bogor, termasuk di wilayah Kecamatan Citeureup.
Sementara itu, Kepala Desa Puspasari Kurnia Nurdin mengatakan, pihaknya sengaja mengangkat seni dan budaya lokal dalam perayaan tahun ini untuk menjaga tradisi agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Ia menilai, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu kunci dalam melestarikan kebudayaan daerah. Karena itu, pemuda perlu mendapat ruang untuk mengenal sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap tradisi lokal.
Kurnia menjelaskan, pemuda-pemudi Desa Puspasari menjadi motor penggerak penyelenggaraan acara. Mereka menyumbangkan ide, kreativitas, tenaga, dan pikiran sehingga perayaan dapat melibatkan masyarakat secara luas.
Menariknya, pesta rakyat tersebut terselenggara melalui kolaborasi dan dukungan berbagai pihak, termasuk lebih dari 10 sponsor. Panitia tidak menggunakan anggaran desa maupun APBD untuk menggelar kegiatan tersebut.
Partisipasi ini menunjukkan semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga tradisi sekaligus menghadirkan ruang kebersamaan bagi warga.
Melalui Milangkala ke-42, Desa Puspasari tidak hanya merayakan perjalanan usianya, tetapi juga memperkuat komitmen untuk melestarikan seni budaya lokal, menjaga identitas desa, dan mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus.













Komentar