RASIOO.id – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor memastikan produk daging tiruan belum masuk ke wilayah Kabupaten Bogor. Pemerintah daerah juga menilai ketersediaan pangan alami, termasuk sumber protein hewani, masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Kepala DKP Kabupaten Bogor, Andri Hadian, mengatakan pihaknya belum menemukan keberadaan produk daging tiruan yang belakangan menjadi perhatian di sejumlah negara.
Hal tersebut disampaikannya saat dimintai keterangan pada Minggu, 8 November 2026. Ia menyebut Indonesia masih memiliki beragam sumber pangan yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kalau sampai sejauh ini saya belum melihat untuk imitasi yang sangat, tapi kalau kita melihatnya apakah itu sesuai dengan regulasi atau enggak, yang pasti kita mesti melihat keanekaragaman kita masih banyak,” kata Andri.
Menurutnya, kebutuhan pangan masyarakat tidak hanya bergantung pada beras. Berbagai komoditas lain, termasuk sumber protein hewani, masih dapat dikembangkan sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan gizi.
“Hal-hal di luar beras masih ada yang bisa kita kelola untuk bisa sebagai alternatif, termasuk protein hewani yang kita lakukan dan sekarang pemerintah pusat, termasuk pemerintah daerah itu menggencarkan terkait dengan peternakan-peternakan,” ujarnya.
Ia juga menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang turut mendorong pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi masyarakat.
“Apalagi sekarang ada program dari pemerintah pusat juga terkait dengan MBG,” lanjutnya.
Meski demikian, Andri mengakui DKP Kabupaten Bogor belum melakukan penelitian khusus mengenai keamanan dan kandungan gizi daging tiruan yang disebut-sebut dapat menjadi pengganti produk pangan alami.
Menurutnya, aspek keamanan, kandungan gizi, serta kesesuaian produk dengan regulasi perlu menjadi perhatian sebelum masyarakat mengonsumsi produk tersebut.
“Kan itu keamanannya kalau untuk yang artian makanan yang di luar itu kan kita juga belum bisa menjamin kaitan dengan keamanannya, kemudian kaitan dengan gizi dan sebagainya yang kandungan-kandungannya sehingga ya kita khawatirkan nanti akan berpengaruh kepada masyarakat juga,” pungkasnya.













Komentar