Jika Tak Direspons Kabupaten, Netfid Bogor Bakal Laporkan Ravindra ke Bawaslu Provinsi

 

RASIOO.id – Lembaga Pemantau Pemilu Network for Indonesian Demokratik Society (Netfid) Bogor meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran Pemilu yang dilakukan Ravindra Airlangga saat menyerahkan bantuan taktor dari Kementerian Pertanian untuk Petani di Bogor.

Ketua Netfid Bogor Asep Setiawan mengatakan, tindak lanjut laporan tersebut wajib dilakukan oleh Komisioner Bawaslu. Asep mengatakan, jika laporan yang ia layangkan tak mendapat respons di Kabupaten Bogor, Netfid akan menyampaikan laporan ke lembaga se tingkat lebih tinggi, yakni Bawaslu Provinsi.

“Kami meminta agar segala dugaan pelanggaran dan laporan yang masuk ke Bawaslu diproses secara profesional dan transparan,” kata dia, Minggu 24 Desember 2023.

Baca Juga : Netfid Bogor Resmi Laporkan Ravindra Airlangga ke Bawaslu

Asep meyakini, penemplan stiker caleg saat penyerahan alat pertanian bantuan Kementan merupakan pelanggaran pemilu. Bahkan, kata dia, bukti-bukti yang ada di lapangan mengarah pada tindak pidana pemilu.

“Bawaslu harus mencari siapa yang bertanggungjawab atas dugaan pelanggaran tersebut,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Netfid Bogor resmi melayangkan laporan ke Bawaslu Kabupaten Bogor. Netfid melaporkan dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan Calon Anggota DPR RI Ravindra Airlangga. Anggota Komisi IV DPR RI itu diduga menggunakan fasilitas negara untuk kampanye.

“Hari ini, Netfid sudah melaporkan dugaan pelanggaran pemilu ke Bawaslu,” kata Ketua Netfid Bogor, Asep Setiawan, Kamis 21 Desember 2023.

Surat bernomor 116/NETFID.V.02.2023 tersebut dilayangkan, Kamis 21 Desember 2023. Laporan diterima oleh staf Bawaslu Kabupaten Bogor bernama Rahmat dan diserahkan oleh pewakilan Netfid Bogor bermana Abdullah Fikri Muzaki. Pihak Bawaslu sempat menolak menerima laporan karena tidak ada satu pun Komisioner di Gedung Bawaslu.

“Tapi akhirnya diterima setelah satu jam menunggu,” kata dia.

Asep berharap Bawaslu menindaklanjuti laporan tersebut. Dia meminta, agar penanganan dugaan pelangaran pemilu yang dilakukan siapa pun diproses secara transparan adn profesional.

 

 

Simak rasioo.id di Google News

Komentar