RASIOO.id – Pergantian kepala daerah di Kota Bogor dari Bima Arya dan Dedie A Rachim ke pejabat Walikota Bogor mendapatkan perhatian khusus dari para ulama. Hubungan yang selama ini erat antara ulama dan pemimpin Kota Bogor menjadi landasan bagi penyelesaian berbagai masalah kemasyarakatan di berbagai bidang.
Ketua MUI Kota Bogor, KH. Tubagus Muhidin, menyatakan bahwa pemerintah daerah harus menjadi solusi bagi permasalahan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Fokus utama saat ini adalah kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat, yang membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah dalam sektor ekonomi untuk kemaslahatan umat,” kata KH Tb Muhidin, Rabu, 17 April 2024.
Menurutnya, salah satu sektor yang harus diperhatikan adalah perpasaran, yang dapat meningkatkan kemaslahatan umat melalui penyerapan tenaga kerja.
“BUMD bidang perpasaran diharapkan dapat menghadapi tantangan pasar yang lebih baik dengan pola Berniaga yang tidak kalah dengan sistem online, dengan memanfaatkan teknologi untuk mendukung kegiatan jual beli,” beber dia.
Ketua Dewan Masjid Indonesia, KH. Ade Sarmili, melihat bahwa pemerintahan dari waktu ke waktu telah memberikan kontribusi positif dalam memperbaiki nasib masyarakat dan meningkatkan kapasitas wilayah melalui pembangunan.
“Selama masa kepemimpinan Bima Arya selama 10 tahun, banyak kemajuan yang telah dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam sektor ekonomi, transportasi, dan jasa perdagangan,” ujar KH. Ade Sarmili.
Ulama dari berbagai instansi dan organisasi di Kota Bogor siap bersinergi dengan kepemimpinan daerah yang berkelanjutan, dengan memberikan masukan yang didasarkan pada pandangan keagamaan masyarakat.
“Semoga pemimpin yang akan datang dapat membawa kebaikan yang lebih besar bagi masyarakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh rakyat,” tegas dia.
Simak rasioo.id di Google News














Komentar