RASIOO.id – Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Farid Ma’ruf, menjadi sorotan tajam setelah terungkap memberangkatkan ratusan orang ke Bali di tengah ancaman bencana ekstrem di Kabupaten Bogor.
Perjalanan yang disebut sebagai workshop tersebut diduga menggunakan anggaran hingga Rp900 juta dari APBD.
Pengamat kebijakan publik, Yusfitriadi, mengkritik keras kebijakan Farid Ma’ruf. Menurutnya, tindakan tersebut mencederai hati masyarakat dan bertentangan dengan fungsi utama Dinas Sosial.
“Saya tidak habis pikir, apa yang ada di pikiran Dinas Sosial? Anggaran negara yang seharusnya digunakan untuk mendukung kondisi sosial, kapasitas masyarakat, dan revitalisasi lembaga sosial malah dipakai untuk jalan-jalan. Itu bukan jumlah yang kecil, hampir Rp1 miliar,” ujar Yusfitriadi, Kamis, 21 November 2024.
Ia juga mendesak agar penggunaan anggaran Dinas Sosial tersebut segera diaudit secara menyeluruh.
Yusfitriadi mengusulkan tiga tahap audit administratif, keuangan, dan kinerja agar publik mengetahui manfaat dari kegiatan tersebut.
“Selama ini hanya ada audit administratif. Perencanaan anggaran misalnya Rp500 ribu, kalau ada kuitansi senilai itu, dianggap clear. Faktanya, kita tidak tahu apakah itu benar-benar terlaksana dengan baik. Maka, audit harus dilakukan lebih mendalam,” tegasnya.
Tidak hanya meminta audit, Yusfitriadi juga mendesak Pj Bupati Bogor, Bachril Bakri, untuk mengevaluasi kinerja Farid Ma’ruf yang baru menjabat kurang dari satu tahun.
“Segera berhentikan Kepala Dinas Sosial. Tidak ada cara lain. Ini sudah melukai hati masyarakat dan merusak kepercayaan terhadap pemerintah daerah. Jika tidak, dampaknya akan sangat buruk pada kredibilitas pemerintah secara keseluruhan,” tandasnya.
Tindakan tegas terhadap Farid Ma’ruf kini menjadi ujian bagi Pj Bupati Bachril Bakri untuk membuktikan komitmennya dalam menjaga integritas pemerintah Kabupaten Bogor.
Simak rasioo.id di Google News















Komentar