RASIOO.id – Warga Kelurahan Cimone Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, mengeluhkan kelangkaan gas LPG 3 kg atau gas melon. Pasokan gas subsidi yang menipis menyebabkan antrean panjang di pangkalan dan lonjakan harga di tingkat pengecer.
Ketua RT 01 RW 02, Ono (54), mengungkapkan bahwa pasokan gas di sembilan pangkalan resmi di wilayahnya mengalami pengurangan drastis.
“Biasanya, satu pangkalan menerima lebih dari 100 tabung, sekarang hanya sekitar 50 tabung. Sementara itu, permintaan warga tetap tinggi, bahkan ada yang datang dari RW lain untuk membeli,” ujarnya, Senin, 3 Februari 2025.
Baca Juga: Kuota Gas LPG 3 Kg Dikurangi, Warga Antre Lama dan Banyak yang Tak Kebagian
Kelurahan Cimone Jaya memiliki delapan RW dengan jumlah penduduk hampir 9.000 orang. Keterbatasan pasokan membuat banyak warga kesulitan mendapatkan gas, termasuk di RW 02 yang hanya memiliki beberapa pangkalan aktif.
Dina Amalia, salah satu warga, mengaku sudah berkeliling ke beberapa tempat tetapi belum berhasil mendapatkan gas.
“Gas di rumah tinggal setengah tabung. Biasanya saya beli di warung Madura dekat rumah, tapi sekarang tutup. Jadi, saya harus cari ke tempat lain,” keluhnya.
Menurut Dina, harga gas di pangkalan masih stabil di angka Rp20.000 per tabung. Namun, di pengecer, harganya bervariasi antara Rp22.000 hingga Rp24.000. Bahkan, di beberapa tempat, harga bisa melonjak hingga Rp30.000-Rp35.000 per tabung.
Warga berharap pemerintah tetap menjamin ketersediaan gas bersubsidi bagi masyarakat kecil. Ono menegaskan bahwa mayoritas warga Cimone Jaya berasal dari kalangan menengah ke bawah dan sangat bergantung pada gas melon.
“Warga di perumahan elite mungkin bisa beralih ke gas non-subsidi. Tapi bagi kami, gas subsidi adalah kebutuhan utama. Kami berharap distribusinya tetap lancar dan tidak diganti dengan gas pink yang lebih mahal,” tuturnya.
Selain itu, warga menginginkan sistem distribusi yang lebih teratur agar tidak terjadi kepanikan dan kelangkaan seperti sekarang.
“Kadang-kadang stok ada, tapi tidak ada yang tahu pasti kapan datangnya. Kalau ada sistem antrean yang jelas, warga bisa lebih tenang,” tambah Dina.
Masyarakat Cimone Jaya berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan ini agar gas subsidi tetap tersedia dan terjangkau bagi warga yang membutuhkan.
Simak rasioo.id di Google News















Komentar