RASIOO.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menghadapi tantangan keuangan pada awal tahun 2026. Meski begitu, program prioritas daerah dipastikan tetap berjalan tanpa pergeseran.
Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, Achmad Wildan, mengatakan saat ini pemerintah daerah masih melakukan penyesuaian dan rekapitulasi antara kebutuhan anggaran dan kondisi keuangan.
“Kami masih menunggu kebijakan bupati, sambil melihat kebutuhan dan kondisi keuangan. Semuanya masih dalam tahap rekapitulasi,” ujar Wildan, Kamis 16 April 2026.
Ia menjelaskan, evaluasi terhadap capaian dan target kegiatan pada triwulan pertama 2026 menjadi fokus utama. Tidak hanya dari sisi belanja, Pemkab juga menyoroti kondisi pendapatan daerah yang belum optimal.
“Kita lihat dulu evaluasi triwulan pertama, apakah target tercapai atau tidak. Bukan hanya belanja, tapi juga pendapatan. Kondisi pendapatan saat ini memang belum baik,” jelasnya.
Menurutnya, tekanan fiskal tidak hanya dialami Kabupaten Bogor, tetapi juga dirasakan oleh sejumlah daerah lain. Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh diperlukan, baik dari sisi kebijakan pusat, provinsi, hingga optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Target retribusi juga harus dianalisis. Apakah bisa saling menutupi atau justru ada masalah secara keseluruhan, itu yang sedang dikaji,” tambahnya.
Meski berada dalam kondisi keuangan yang menantang, Pemkab Bogor memastikan sejumlah proyek prioritas tetap berjalan. Di antaranya pembangunan jembatan Situ Nanggerang senilai Rp60 miliar, Creative Hub, Alun-alun Cibinong, serta pembangunan di Kecamatan Gunung Sindur.
“Kami berharap proyek-proyek tersebut bisa segera dilelang dan tetap berjalan sesuai rencana. Untuk bantuan keuangan infrastruktur juga masih dikaji, tapi harapannya tidak ada perubahan,” pungkas Wildan.















Komentar