RASIOO.id – Peristiwa longsor terjadi di wilayah Ciwaringin, tepatnya di sekitar Balai Besar Penelitian Veteriner (Balitvet), Kota Bogor, pada Jumat 17 April 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Kejadian ini langsung memicu kepanikan warga, terutama yang tinggal di sekitar bantaran sungai.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor menerima laporan sekitar pukul 14.40 WIB dan segera mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi kejadian.
Salah satu anggota BPBD Kota Bogor, Syam, mengungkapkan bahwa tim langsung bergerak cepat usai menyelesaikan penanganan di wilayah lain.
“Tadi sekitar jam setengah tiga (14.30 WIB), kami langsung menuju ke lokasi setelah selesai dari Bogor Utara,” ujarnya.
Setibanya di lokasi, tim mendapati kondisi cukup sulit. Material longsor berupa tanah dan rumpun bambu menutup akses, sementara debit air sungai sedang tinggi sehingga menyulitkan proses penanganan.
“Warga dari seberang sungai, Kelurahan Kebon Pedes, sempat berteriak-teriak karena khawatir. Kami juga kesulitan menyeberang karena air sedang naik, jadi tidak memungkinkan untuk memotong bambu,” jelasnya.
Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD langsung memasang terpal untuk menutup area tebing yang longsor guna mencegah longsor susulan.
“Sementara ini kami tangani dengan pemasangan terpal dulu,” tambah Syam.
Akibat kejadian ini, satu rumah warga milik keluarga Ramdhani Yusuf (30), yang berada di RT 03 RW 11 Ciwaringin, dilaporkan terdampak. Demi keselamatan, BPBD berencana mengevakuasi penghuni rumah ke tempat yang lebih aman.
“Kami upayakan untuk mengungsikan warga, bisa ke rumah susun sementara atau mencarikan kontrakan,” katanya.
BPBD juga mengantisipasi kemungkinan longsor susulan. Jika kondisi semakin memburuk, pihaknya tidak menutup kemungkinan akan menutup akses jalan di sekitar jembatan Martadinata demi keselamatan warga.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu dan debit air meningkat.















Komentar