RASIOO.id – Kecamatan Bogor Selatan meluncurkan layanan pengaduan masyarakat berbasis WhatsApp bernama Sahabat Bosel sebagai upaya mempercepat pelayanan publik sekaligus mempermudah warga menyampaikan berbagai keluhan.
Camat Bogor Selatan, Harry Cahyadi, mengatakan Sahabat Bosel merupakan singkatan dari Percepatan Optimalisasi Pelayanan Publik Berbasis Digital yang Inklusif. Layanan tersebut dihadirkan dalam bentuk saluran (channel), grup, dan hotline WhatsApp.
“Bentuknya adalah WhatsApp,” ujar Harry, Kamis, 23 Juli 2026.
Menurutnya, pemilihan WhatsApp didasarkan pada hasil kajian yang menunjukkan hampir seluruh masyarakat Bogor Selatan telah menggunakan aplikasi tersebut.
“Kenapa harus WhatsApp? Karena berdasarkan data kajian kita, 99 persen warga Bogor Selatan itu pasti memakai WhatsApp, sehingga dapat mempermudah pelayanan,” katanya.
Harry menjelaskan, Pemerintah Kota Bogor sebenarnya telah memiliki aplikasi pengaduan SiBadra. Namun, penggunaan aplikasi tersebut di wilayah Bogor Selatan masih tergolong rendah.
“Sebenarnya Pemerintah Kota Bogor sudah mempunyai aplikasi pengaduan, yaitu SiBadra,” ujarnya.
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan pihak kecamatan, laporan masyarakat melalui SiBadra rata-rata hanya mencapai dua hingga tiga pengaduan setiap bulan.
“Berdasarkan hasil kajian dan data yang ada, pengaduan masyarakat untuk Bogor Selatan melalui SiBadra itu dalam satu bulan paling hanya dua sampai tiga pengaduan,” jelasnya.
Selain melalui WhatsApp, Kecamatan Bogor Selatan juga tetap membuka akses pengaduan melalui media sosial, khususnya Instagram. Selama ini, banyak warga menyampaikan keluhan melalui pesan langsung atau Direct Message (DM).
“Kita mencoba dengan aktifnya media sosial Instagram. Banyak warga yang langsung mengadukan keluhannya melalui Direct Message (DM) Instagram kepada kita,” tuturnya.
Ia menambahkan, masyarakat juga dapat menyampaikan laporan secara langsung kepada camat maupun melalui jajaran kecamatan dan kelurahan.
Harry menilai pelayanan publik harus dibangun dengan sistem yang sederhana, cepat, dan transparan. Karena itu, seluruh laporan yang masuk melalui WhatsApp nantinya akan terdokumentasi dalam satu basis data.
“Jadi di WA hotline tersebut, mulai dari pelaporan, aksinya, tindak lanjutnya, termasuk pelaporannya akan kita masukkan ke database,” katanya.
Selain memperkuat sistem pengaduan, Kecamatan Bogor Selatan juga menyiapkan piket kebencanaan selama 24 jam. Petugas akan tetap bersiaga di luar jam pelayanan reguler untuk merespons kondisi darurat seperti banjir, longsor, maupun bencana lainnya.
“Teman-teman di kecamatan sendiri sudah ada yang namanya piket kebencanaan 1×24 jam,” pungkas Harry.












Komentar