RASIOO.id – Kabar baik datang bagi masyarakat Kota Tangerang. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang mencatat laju inflasi tahunan pada Juli 2026 turun menjadi 2,01 persen, sekaligus menjadi yang terendah di Provinsi Banten.
Tak hanya itu, secara bulanan Kota Tangerang justru mengalami deflasi sebesar 0,19 persen, menandakan harga sejumlah kebutuhan pokok mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya.
Kepala BPS Kota Tangerang, Muladi Widastomo, mengatakan penurunan inflasi tersebut dipengaruhi turunnya harga berbagai komoditas pangan, terutama cabai merah yang menjadi penyumbang terbesar deflasi.”Pada Juli 2026, Kota Tangerang mencatatkan inflasi bulan ke bulan sebesar minus 0,19 persen atau mengalami deflasi,” ujar Muladi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 4 Agustus 2026.
Menurutnya, harga cabai merah turun hingga 22,71 persen dan memberikan andil deflasi sebesar 0,09 persen. Selain cabai merah, penurunan harga bawang merah, cabai rawit, telur ayam ras, daging ayam ras, dan tomat turut membantu meredam tekanan inflasi.
Muladi menjelaskan, penurunan harga cabai merah dan bawang merah juga sejalan dengan tren harga pangan nasional yang mulai membaik sehingga berdampak pada stabilitas harga di Kota Tangerang.
Meski demikian, tidak semua komoditas mengalami penurunan harga. Bensin menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar setelah mengalami kenaikan harga sebesar 1,67 persen dengan andil inflasi 0,08 persen.
Selain bensin, kenaikan harga juga terjadi pada roti manis, timun, apel, kacang panjang, bawang putih, jengkol, minyak goreng, hingga bayam.”Kenaikan harga Pertamax sejak 10 Juni lalu masih memberikan dampak terhadap inflasi di Kota Tangerang,” jelasnya.
BPS juga menyoroti harga Minyakita yang masih menunjukkan tren kenaikan dan menjadi salah satu komoditas yang perlu mendapat perhatian pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat.
Jika dilihat secara tahunan, emas perhiasan menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar terhadap inflasi Kota Tangerang. Selain itu, bensin, nasi dengan lauk, tarif rumah sakit, kontrakan rumah, minyak goreng, telepon seluler, hingga pepaya juga ikut menyumbang kenaikan harga sepanjang satu tahun terakhir.
Dibandingkan daerah lain di Provinsi Banten, Kota Tangerang mencatat inflasi tahunan paling rendah, yakni 2,01 persen. Sementara Kabupaten Lebak mencatat inflasi tertinggi sebesar 3,29 persen, disusul Kabupaten Pandeglang 3,07 persen, Kota Serang 2,77 persen, Kota Cilegon 2,75 persen, dan rata-rata inflasi Provinsi Banten berada di angka 2,49 persen.
Muladi berharap data inflasi tersebut dapat menjadi acuan bagi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tangerang dalam menentukan langkah pengendalian harga, mulai dari menjaga kelancaran distribusi bahan pokok, memperkuat operasi pasar, hingga memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat terkait harga dan ketersediaan kebutuhan pokok.
Dengan inflasi yang terus melandai dan menjadi yang terendah di Banten, kondisi ekonomi Kota Tangerang dinilai masih relatif terkendali. Meski demikian, BPS mengingatkan pemerintah untuk tetap mewaspadai kenaikan harga bahan bakar dan minyak goreng yang berpotensi menjadi pemicu inflasi pada bulan-bulan berikutnya.









Komentar