RASIOO.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memperketat penataan kawasan pedestrian sekaligus perlindungan pohon kota. Pemerintah berencana menerapkan kebijakan zero PKL di luar titik-titik yang telah ditetapkan secara resmi.
Langkah tersebut mencuat setelah Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sepanjang Jalan Mayor Oking hingga Jalan Merdeka, Rabu, 12 Agustus 2026. Dalam peninjauan itu, Pemkot menemukan trotoar yang seharusnya menjadi ruang bagi pejalan kaki kembali dipenuhi lapak pedagang kaki lima (PKL).
Tak hanya mengganggu akses pejalan kaki, sejumlah pohon kota juga ditemukan menjadi sasaran pemasangan atribut dan perlengkapan usaha dengan cara dipaku.
Jenal menegaskan, pohon merupakan bagian penting dari lingkungan perkotaan yang harus dilindungi, bukan dijadikan tempat memasang berbagai atribut.
“Pelaku pemasangan atribut partai dan PKL pohon dipaku, rasanya memang itu makhluk hidup yang butuh perlindungan dari kita semua,” ujar Jenal.
Ia mengatakan, Pemkot akan bertindak apabila menemukan pohon yang dipaku, ditebang, atau dirusak.
“Jadi ketika melihat pohon dipaku, apalagi ditebang, ya hari ini saya sebagai Wakil Wali Kota harus bertanggung jawab mengingatkan, menegur, melarang, menghindari orang untuk melakukan hal-hal yang sangat merugikan,” tegasnya.
Trotoar Akan Dikembalikan untuk Pejalan Kaki
Jenal mengaku prihatin melihat kondisi kawasan Jalan Merdeka yang dinilai kembali semrawut. Lapak dan pajangan PKL membuat ruang pedestrian tertutup dan mengurangi kenyamanan warga.
“Jadi ya cukup sedih melihat kondisi di sini krodit, sementara trotoar tertutupi,” katanya.
Ia juga menilai penataan lapak dan barang dagangan yang berada di sepanjang trotoar belum memberikan tampilan kawasan yang rapi dan estetis.
Karena itu, Pemkot Bogor mendorong pedagang untuk menempati fasilitas perdagangan yang telah disediakan pemerintah, salah satunya Pasar Kebon Jahe. Pemkot juga memastikan penataan trotoar akan segera dilakukan.
“Kita dorong nanti mereka untuk masuk ke Pasar Kebon Jahe kembali. Besok PUPR sudah kita perintahkan untuk menata ulang trotoar,” ujar Jenal.
CCTV Dipasang di Sejumlah Titik
Untuk mencegah kawasan kembali dipenuhi PKL liar setelah ditertibkan, Pemkot Bogor menyiapkan pengawasan berbasis kamera pengawas.
Sedikitnya empat titik akan dipasang CCTV, termasuk kawasan Jalan Mayor Oking, Jalan M.A. Salmun, dan Jalan Merdeka.
“Selanjutnya pengawasannya adalah Satpol PP melalui CCTV yang akan kita pasang di anggaran perubahan tahun ini,” jelasnya.
Pengawasan tersebut diharapkan membuat penataan tidak hanya berlangsung sesaat, tetapi dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
1.600 Orang Dikerahkan Bersihkan Kawasan
Selain penataan pedagang dan trotoar, Pemkot Bogor juga akan melakukan aksi bersih-bersih secara besar-besaran. Sebanyak sekitar 1.600 personel padat karya akan dilibatkan untuk membersihkan kawasan tersebut.
“Jadi setelah kita treatment, besok kita berbersih bersama padat karya 1.600 orang di sini, sekerukunan Kota Bogor. Lalu PUPR memperbaiki trotoarnya,” kata Jenal.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengembalikan wajah kawasan agar lebih bersih, rapi, nyaman, dan layak digunakan masyarakat.
Zero PKL, Kecuali di Zona Resmi
Jenal menegaskan, kebijakan zero PKL bukan berarti Pemkot melarang seluruh aktivitas pedagang kaki lima. Pedagang tetap diperbolehkan berjualan selama berada di lokasi yang telah ditetapkan pemerintah.
“PKL yang dibolehkan hanya di zona PKL yang sah oleh SK Wali Kota Bogor. Ada 13 atau 17 titik ya yang sah, termasuk salah satunya di belakang gedung DPRD ada kios yang resmi dan terpilih juga di ujung di Jalan Sempur, ada lokasi UMKM itu resmi,” jelasnya.
Dengan demikian, aktivitas PKL di luar zona resmi akan ditertibkan demi mengembalikan fungsi trotoar dan ruang publik.
Sudah Lima Kali Ditertibkan
Jenal mengungkapkan, kawasan Jalan Merdeka bukan pertama kali ditata. Ia bahkan mengaku telah sekitar lima kali turun langsung ke lokasi untuk memastikan kawasan tersebut tetap bersih dan tertib.
“Ini saya sudah lima kali nih ke sini. Bahkan trotoar di Jalan M.A. Salmun jembatan juga sangat cantik waktu itu. Saya ikut langsung praktik, ngepel, nyikat, cat sendiri,” ungkapnya.
Karena itu, ia mengaku kecewa ketika kawasan yang sebelumnya telah dibersihkan kembali terlihat kotor dan semrawut.
“Jadi ngerasain sakit hati aja sih melihat apa yang sudah kita jaga, hari ini kotor lagi, hari ini kumuh lagi,” tuturnya.
Jenal menegaskan, menjaga kebersihan dan keindahan Kota Bogor bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat.
“Pasar-pasar sudah kita fasilitasi, insya Allah Pasar Merdeka juga cepat selesai, maka harus zero PKL sekitaran ini,” pungkasnya.
Pemkot Bogor kini menyiapkan kombinasi penataan trotoar, relokasi pedagang ke lokasi resmi, aksi kebersihan, hingga pengawasan berbasis CCTV. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mengembalikan trotoar kepada pejalan kaki sekaligus menjaga pohon dan ruang publik Kota Bogor tetap bersih, hijau, dan tertata.














Komentar