RASIOO.id – Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang, kini hanya menyisakan kondisi memprihatinkan. Jembatan yang sebelumnya menjadi akses penting bagi pelajar dan masyarakat untuk menyeberang jalan tersebut sudah lama tidak difungsikan dan hingga kini belum mendapat kepastian perbaikan.
JPO yang berada tepat di depan SMPN 5 Kota Tangerang itu bahkan telah ditutup dan dipasangi garis pengamanan. Kerusakan pada sejumlah bagian membuat warga, khususnya para pelajar, terpaksa menyeberang langsung melalui jalan raya dengan bantuan petugas keamanan sekolah.
Petugas Keamanan SMPN 5 Kota Tangerang, Joni Saputro, mengatakan sebelum mengalami kerusakan, JPO tersebut rutin digunakan siswa saat berangkat maupun pulang sekolah.
“Ya, kita sebagai petugas keamanan hanya bisa memantau atau membantu siswa-siswi dalam menyeberang jalan. Karena JPOnya kan seperti ini kerusakannya,” kata Joni saat ditemui, Selasa, 1 September 2026.
Menurut Joni, kerusakan JPO terjadi secara bertahap. Salah satunya terlihat dari pagar yang mulai keropos. Kondisi semakin parah setelah bagian atap JPO roboh akibat diterpa angin dan jatuh ke badan jalan.
“Awal-awalnya mungkin karena pagarnya keropos. Terus kejadian yang atap itu roboh tertiup angin. Akhirnya jatuh ke jalanan, kemudian ditertibkan petugas sekaligus dibongkar,” ujarnya.
Joni memperkirakan JPO tersebut sudah tidak berfungsi sejak sekitar September atau Oktober 2025. Selama JPO ditutup, pihak sekolah belum mengetahui adanya insiden serius yang menimpa siswa saat menyeberang.
“Kurang tahu persisnya, kisaran September-Oktober 2025 mungkin. Selama saya bertugas, setahu saya belum ada kejadian,” jelasnya.
Pernah Didatangi Wali Kota, tapi Belum Ada Kepastian
Ironisnya, persoalan JPO tersebut bukan tanpa perhatian pemerintah. Joni menyebut Wali Kota Tangerang Sachrudin bahkan pernah datang dan meninjau langsung kondisi JPO.
Namun, hampir setahun berlalu sejak JPO tak lagi digunakan, belum ada kepastian kapan fasilitas penyeberangan tersebut akan diperbaiki atau dibangun kembali.
“Setelah dibongkar belum ada tindak lanjut lagi dari pemerintah mau dibetulkan. Wali Kota pernah meninjau,” ucap Joni.
Menurutnya, keberadaan JPO sangat penting karena lokasinya berada di kawasan pusat kota dan tepat di depan sekolah. Selain membantu mobilitas pelajar, keberadaan JPO juga dinilai dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat yang hendak menyeberang.
Joni berharap pemerintah segera mengambil langkah agar JPO tersebut kembali dapat digunakan.
“Harapan kami secepat mungkin diperbarui. Itu akses untuk kegiatan penyeberangan siswa-siswi kita, biar bisa memakai jembatan dengan enak dan menyeberang dengan lancar, tidak ada kejadian apa-apa,” tuturnya.
Bukan Hanya JPO, Halte di Kawasan Ini Juga Tak Berfungsi
Persoalan fasilitas publik di kawasan tersebut ternyata tak berhenti pada JPO. Sejumlah halte juga disebut sudah tidak lagi berfungsi setelah diterapkannya sistem lalu lintas satu arah (one way).
Kondisi halte yang tidak digunakan dalam waktu lama membuat fasilitas tersebut terbengkalai dan mengalami kerusakan.
“Nggak berfungsi. Selama satu arah ini halte-halte enggak berfungsi. Ada salah satu halte yang enggak difungsikan, sampai rusak seperti itu,” pungkasnya.
Kondisi JPO dan halte tersebut menjadi sorotan karena keduanya berada di kawasan strategis Kota Tangerang. Di tengah aktivitas warga dan pelajar yang terus berlangsung setiap hari, fasilitas publik yang seharusnya menunjang keselamatan dan kenyamanan justru terkesan dibiarkan menunggu kepastian.
Kini, masyarakat hanya menunggu langkah konkret pemerintah: apakah JPO tersebut akan kembali dibangun dan digunakan, atau terus menjadi fasilitas publik yang mangkrak di tengah pusat kota.












Komentar