Ketua PWI Kota Bogor Kecam Dugaan Kekerasan Jurnalis Metropolitan saat Liputan Unjuk Rasa

RASIOO.id – Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI Kota Bogor mengecam dugaan tindakan represif terhadap Video Jurnalis Metropolitan, R, saat meliput demonstrasi di kawasan Tugu Kujang, Kota Bogor pada Rabu malam, 28 Oktober 2026.

Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi menyampaikan kecaman tersebut atas dugaan perlakuan yang dilaporkan dialami R ketika menjalankan tugas jurnalistik.

“Kami mengecam dugaan tindakan represif kepada videografer Metropolitan yang tengah meliput aksi demonstrasi,” kata pria yang akrab disapa Aldho pada Rabu, 28 Oktober 2026.

ILUSTRASI aksi unjuk rasa di Kota Bogor. (foto: Hana/Rasioo)

Baca juga: Lewat Kolaborasi, Red Fitness Ajak Wartawan PWI Kota Bogor Jaga Kebugaran

Menurut dia, kerja-kerja jurnalistik dilindungi Undang-Undang Pers nomor 40 tahun 1999.

Ia pun menegaskan PWI Kota Bogor mengecam dugaan tindakan represif oknum aparat dalam peliputan aksi unjuk rasa di kawasan Tugu Kujang Kota Bogor itu.

“Kami juga akan mencari infomasi lebih lanjut terkait perisiwa tersebut,” ujar dia.

Aldho berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari.

“Kami berharap ini tidak terulang kembali,” imbuh Aldho.

Kecaman itu menyusul pengakuan R yang menyebut dirinya dipiting, diseret, dan ditampar saat merekam dugaan pengeroyokan.

R mengaku berulang kali menyatakan dirinya sebagai jurnalis, tetapi tetap dibawa paksa.

“Gua ngotot, gua pers, gua pers. Nggak percaya, disangkanya gua pers mahasiswa kali,” ujar dia dalam wawancara sebelumnya.

Menurut R, ia juga telah menunjukkan kartu pers dan menjelaskan bahwa dirinya bekerja untuk Metropolitan. Namun, pemeriksaan identitas tersebut tidak langsung membuatnya dilepaskan.

R mengaku dibawa ke sejumlah titik, termasuk ke bawah jembatan berwarna biru.

Di sana, ia kembali ditanya mengenai asal kampusnya meski sudah menjelaskan statusnya sebagai pekerja media.

Selain mengalami dugaan kekerasan, R menyebut telepon genggamnya sempat hendak diambil. Ia juga mengaku diminta menghapus video dugaan pengeroyokan yang direkamnya, tetapi menolak.

“Dia minta video, video suruh dihapus, gua nggak mau,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait dugaan kekerasan terhadap jurnalis tersebut.

Komentar