RASIOO.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor masih kebingungan menutup defisit belanja Rp 400 miliar pada APBD 2023. Untuk memastikan pembangunan bisa direalisisasikan, Pemkab Bogor melakukan monitoring dan evaluasi (monev) yang dikabarkan akan rampung pekan depan.
“Ini sedang dimonev dengan BPKAD dengan inspektorat dan Bappedalitbang. Minggu ini selesai, karena minggu depan itu harus sudah main semua, sehingga tidak ada keragu-raguan,” kata Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin Rabu 8 Maret 2023.
Burhan mengaku, pihaknya sudah menemukan formula dalam mengatasi defisit APBD sebesar Rp400 miliar itu. Menurut Burhanudin, ada sejumlah program dan kegiatan yang ditunda hingga defisit itu tertutup terlebih dahulu.
“Sebetulnya bukan dibuang, tapi ditunda. Ketika nanti di anggaran perubahan dimungkinkan dana itu ada terutama dari pajak dan retribusi, tidak menutup kemungkinan (kegiatan yang ditunda) itu jadi prioritas utama,” ungkap Burhanudin.
Baca Juga : Prediksi Silpa Meleset, Pemkab Bogor Pusing Atur APBD 2023
Ia menyebut, program prioritas yang tidak ditunda hingga menunggu anggaran perubahan itu yakni program-program yang langsung bersentuhan dengan visi-misi Ade Yasin-Iwan Setiawan.
“Pasti itu sepakat dengan Dewan juga pada saat rapat anggaran yang terkait dengan visi-misi itu,” papar dia.
Ia berharap target pajak dan retribusi tahun ini bisa meningkat. Sehingga semua program yang sudah dicatat dalam APBD bisa dilaksanakan semuanya.
“Saya berdoa target pajak dan retribusi nya masuk, kalau aman berarti semua bisa dilaksanakan,” tutup Burhanudin.
Diberitakan sebelumnya, defisit APBD 2023 baru diketahui pada awal tahun 2023, atau setelah APBD disetujui dan ditetapkan bersama DPRD Kabupaten Bogor. Penyebab defisit bersumber dari salah perhitungan atas Sisa Lebih Penggunaan Angaran (SiLPA) pada APBD 2022.
SiLPA yang ditarget sebesar Rp 600-750 miliar ternyata meleset jauh. Setelah diakumulasi serapan APBD 2022 yang semula diprediksi 85 persen ternyata mencapai 90 persen, dan hanya menyisakan SiLPA sebesar Rp 250 miliar.
Reporter: Egi Abdul Mugni
Editor : Ramadhan














Komentar