RASIOO.id – Aksi sadis tiga terduga pelajar yang membunuh Arya Saputra (16), siswa SMK Bina Warga, Kota Bogor bukan hanya terekam CCTV jalan. Peristiwa pembacokan terhadap siswa kelas X jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) tersebut juga terekam kamera dashcam salah satu pengendara mobil yang melintas di Jalan Raya Jakarta Bogor, tepatnya di Simpang Pomad atau lampu merah Pomad, Kelurahan Ciparigi, Kota Bogor.
Peristiwa tersebut terekam pada pukul 09:04, Jum’at 10 Maret 2023. Detik-detik peristiwa pembunuhan tersebut diunggah akun instagram dashcam_owners_Indonesia. Video pendek berdurasi 20 detik tersebut merekam dengan jelas bagaimana pelaku menyabetkan pedang ke arah korban.
Sebelum kejadian, korban bersama empat temannya menyeberang jalan dari arah Pomad. Mereka menyeberang saat lampu lintas di simpang jalan tersebut menunjukan warna merah dan kendaraan dari arah Jakarta ke Bogor berhenti.
Namun, di pembatas jalur yang memisahkan pergerakan kendaraan dari arah Jakarta-Bogor dengan arah Bogor-Jakarta, warna lampu lalulintas masih berwarna hijau. Langkah lima pelajar SMK kelas 10 tersebut pun terhenti, karena kendaraan ke arah Jakarta masih bergerak.
Dalam kondisi menunggu kesempatan untuk lanjut menyeberang tersebut, tiba-tiba sepeda motor berwarna putih yang ditumpangi tiga remaja berseragam sekolah melaju dengan kecepatan tinggi.
Nampak, penumpang paling belakang menyabetkan pedang dengan sangat keras ke arah Arya dan teman-temannya. Pelaku yang memegang pedang mengenakan jaket warna hitam dan topi berwarna kuning.
Arya yang berdiri paling pinggir terkena sabetan tersebut. Pedang menyobek bagian pipi kirinya hingga sampai ke leher. Ayunan pedang dari tangan pelaku ditambah laju kecepatan sepeda motor, membuat membuat luka sobekan pada bagian tubuh korban sangat dalam, darah segar keluar hingga melumuri seragam sekolahnya.
Di awal kejadian, empat teman Arya dan warga di sekitar lokasi kejadian nampak belum menyadari. Pandangan mereka menoleh ke arah para pelaku yang dalam sekelebat menjauhi lokasi dengan laju sepeda motor mereka. Warga sekitar lokasi juga sempat meneriaki para pelaku.
Namun, beberapa detik kemudian, suasana berubah dan terfokus kepada Arya yang berlumuran darah. Arya sempat terhuyung sambil tangan kanannya memegang bagian kepala.Langkahnya melemah dan keseimbangannya hilang. Arya kemudian dipapah teman-temannya ke seberang jalan.
Panik dan teriak histeris teman-teman korban meminta bantuan, beberapa warga di sekitar lokasi kejadian menghampiri dan kemudian mencari ambulans untuk membawa korban ke rumah sakit.
“Warga sekitar langsung menolong korban dan memberhentikan mobil ambulans yang sedang lewat. Korban di bawa ke RS FMC,” ujar Andre, saksi mata di lokasi kejadian.
Baca Juga : Kebaikan Almarhum Arya Saputra dalam Ingatan Orang Tuanya, Ingin Bangun Rumah dan Beli Mobil untuk Keluarga
Nyawa korban tidak terselamatkan. Arya yang merupakan remaja asal Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor tersebut meninggal dunia di RS FMC Bogor. Jenazahnya dimakamkam Sabtu 11 Maret 2023, sekira pukul 07.30 pagi.
Kepergian Arya meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarganya. Arya dikenal sebagai anak yang baik di sekolah maupun tempat tinggalnya.
Ruja’i (56) Ayah korban meminta pihak kepolisian segera menangkap dan menghukum para pelaku yang membunuh anaknya.
Kasus yang mengundang keperihatinan masyarakat Kota dan Kabupaten Bogor tersebut kini ditangani Polresta Bogor Kota. Polisi mengatakan sudah mengantongi identitas pelaku dan berjanji akan menangkapnya dalam waktu dekat (*)
Editor : Ramadhan









Komentar